• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tiongkok Tolak Setor Data Kasus Awal Covid-19 ke WHO

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 Februari 2021 - 06:11
in Headline
Pasien sembuh Covid-19 melakukan donor plasma konvalesen saat mengikuti program Plasma BUMN untuk Indonesia di Kantor PMI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/2/2021). Foto : Antara/Arnas Padda/yu/hp.

Pasien sembuh Covid-19 melakukan donor plasma konvalesen saat mengikuti program Plasma BUMN untuk Indonesia di Kantor PMI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/2/2021). Foto : Antara/Arnas Padda/yu/hp.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID– Pemerintah Rakyat Tiongkok (RRT) menolak memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 di Wuhan kepada tim yang dipimpin World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencari fakta kasus Covid-19.

Kurangnya data berpotensi mempersulit upaya untuk memahami bagaimana wabah itu dimulai lebih dari setahun yang lalu, setelah pertama kali terdeteksi di Wuhan, China.

BacaJuga:

Anak Krakatau Masih Siaga, Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Terus Dilakukan

Anak Krakatau Remains on Alert as Search for Journalists in Sunda Strait Continues

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, DPR Soroti Pentingnya Kepastian bagi Keluarga

Tim tersebut telah meminta data mentah pasien pada 174 kasus Covid-19 yang telah diidentifikasi China sejak fase awal wabah di Wuhan pada Desember 2019, serta kasus lainnya. Tim dari WHO tersebut berada di China selama sebulan untuk mencari fakta tentang kasus Covid-19.

”Tapi mereka hanya diberikan ringkasan,” kata Dominic Dwyer, pakar penyakit menular Australia yang merupakan anggota tim.

Menurut Dwyer, data mentah seperti itu dikenal sebagai ‘daftar baris’, dan biasanya akan dianonimkan tetapi berisi rincian seperti pertanyaan apa yang diajukan kepada pasien secara individu, tanggapan mereka dan bagaimana tanggapan mereka dianalisis.

”Itu praktik standar untuk penyelidikan wabah,” ujarnya sebagaimana dikutip dailymail, Sabtu (13/2/2021).

Dia mengatakan, bahwa mendapatkan akses ke data mentah sangat penting karena hanya setengah dari 174 kasus yang terpapar ke Pasar Huanan, pusat makanan laut yang sekarang ditutup di Wuhan, tempat virus itu awalnya terdeteksi.

“Itu sebabnya kami bersikeras meminta itu. Mengapa itu tidak terjadi, saya tidak bisa berkomentar,” tandasnya.

“Entah itu politik atau waktu atau sulit. Tapi apakah ada alasan lain mengapa datanya tidak tersedia, saya tidak tahu. Seseorang hanya akan berspekulasi,” ujarnya.

Sementara Otoritas RRT menyebutkan telah menyediakan banyak bahan. Mereka mengatakan, masalah akses ke data mentah pasien akan disebutkan dalam laporan akhir tim.

‘”Orang-orang WHO pasti merasa bahwa mereka telah menerima lebih banyak data daripada yang pernah mereka terima pada tahun sebelumnya. Jadi itu sendiri sudah merupakan kemajuan,” katanya

Penyelidikan yang dipimpin WHO mengalami hambatan karena adanya polemik antara Beijing dan Washington, di mana China dituduh menyembunyikan wabah awal dan mengkritik ketentuan kunjungan, di mana para ahli China melakukan penelitian tahap pertama.

Tim yang tiba di China pada Januari dan menghabiskan empat minggu untuk menyelidiki asal-usul wabah Covid-19, dibatasi oleh tuan rumah China. Tim dicegah dari kontak dengan anggota komunitas, karena pembatasan kesehatan. Dua minggu pertama tim dari WHO dihabiskan di hotel karantina.

Dwyer mengatakan, pekerjaan dalam tim WHO harmonis tetapi kadang-kadang ada argumen dengan rekan-rekan China, mengenai interpretasi dan signifikansi data. Itu merupakan hal yang biasa dan alami dalam penyelidikan semacam itu.

Beijing berusaha meragukan anggapan bahwa virus corona berasal dari China, merujuk pada makanan beku impor sebagai mediator penularan.

Pada Selasa, Peter Ben Embarek, yang memimpin delegasi WHO, mengatakan pada konferensi pers bahwa penularan virus melalui makanan beku adalah suatu kemungkinan, tetapi menunjuk ke pedagang pasar yang menjual produk hewan beku termasuk hewan liar yang dibudidayakan sebagai jalur potensial yang memerlukan studi lebih lanjut. .

Embarek juga mengatakan bahwa tim tersebut tidak menyelidiki lebih jauh teori bahwa virus tersebut lolos dari laboratorium, yang dianggap sangat tidak mungkin.

Presiden AS sebelumnya Donald Trump mengatakan, pihaknya mencurigai virus itu mungkin telah melarikan diri dari laboratorium Wuhan, telah dibantah keras oleh Beijing. (dam)

Tags: coronacovid-19pandemi

Berita Terkait.

sarr
Headline

Anak Krakatau Masih Siaga, Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Terus Dilakukan

Jumat, 11 September 2026 - 20:32
sarrr
Headline

Anak Krakatau Remains on Alert as Search for Journalists in Sunda Strait Continues

Jumat, 11 September 2026 - 20:22
sar
Headline

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, DPR Soroti Pentingnya Kepastian bagi Keluarga

Jumat, 11 September 2026 - 20:02
sembako
Headline

Ada Pungli di Penyaluran Bantuan Pangan Beras, Bapanas Buka Suara

Jumat, 11 September 2026 - 19:52
journalist
Headline

Journalists Observe Moment of Silence, Pray for Colleagues Missing in Sunda Strait

Jumat, 11 September 2026 - 19:19
jurnalis
Headline

Insan Pers Heningkan Cipta, Panjatkan Doa untuk Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 17:17

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    650 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Doli Larang Golkar Tapteng Ikut-ikutan Pemakzulan Masinton Pasaribu

    641 shares
    Share 256 Tweet 160
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.