Nusantara

Beri Wawasan, KKI Gelar Pembinaan Praktik Kedokteran di Makassar

INDOPOSCO.ID – Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 29/20014 tentang Praktik Kedokteran (UUPK), salah satu tugas Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) adalah menjaga kualitas medis yang dilakukan oleh Dokter dan Dokter Gigi sebagai upaya perlindungan kepada masyarakat penggunanya serta melakukan registrasi dokter dan dokter gigi. Nah dalam rangka peningkatan mutu dan profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi dalam menjalankan praktik harus mengikuti perkembangan dan isu yang terkait dalam pelayanan kesehatan.

Untuk itu Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dipimpin langsung Wakil Ketua KKI Laksda (Purn) drg Andriani SpOrt FICD mengadakan Pembinaan Praktik Kedokteran pada 7-8 April 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan hari pertama pada 7 April 2021 diadakan di Audiotorium RS TNI AL Ammari Makassar.

Ketika membuka acara tersebut Wakil Ketua KKI mengatakan, pembinaan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dalam menjalankan praktik kedokteran di RS Makassar, sehingga akan menjadi poin dalam mendukung akreditasi di RS. Ini agar menjadi upaya dalam peningkatan klasifikasi kenaikan kelas, paling tidak tetap dipertahankan kelasnya.

Berita Terkait

”Sehingga besar harapan kami pada pertemuan ini dapat memberikan hasil hal-hal yang dapat mendukung profesionalisme dokter dan dokter gigi agar dapat menjalankan praktik kedokteran pada masyarakat dengan aman, dan selamat,” ujarnya.

Pendidikan Kedokteran, lanjut dia, telah membekali seorang dokter dan dokter gigi sebagai tenaga medis profesional, namun dalam pengabdiannya sebagai profesional, maka seorang dokter dan dokter gigi akan senantiasa menghadapi berbagai risiko yang dapat berimplikasi kepada pelanggaran etika, disiplin, atau hukum.

”Sejalan dengan hal tersebut, sesuai dengan visi dan misi Konsil Kedokteran Indonesia yang diatur dalam Renstra KKI dalam mewujudkan kualitas/mutu layanan praktik kedokteran senantiasa mengutamakan komunikasi, kolaborasi dan integritas. Upaya tersebut merupakan upaya preventif dalam melaksanakan praktik kedokteran, sehingga ke depan dokter dan dokter gigi senantiasa selalu professional dalam melayani kesehatan kepada masyarakat, sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi pelanggaran disiplin profesi yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KKI menghimbau dalam menjalankan praktik kedokteran agar tidak menimbulkan suatu permasalahan hukum baik pada dokter maupun fasyankes. Karenanya, setiap dokter atau dokter gigi harus mempunyai Surat Tanda Registrasi yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan Surat Izin Praktik yang dikeluarkan pemda setempat. Hal ini sangat penting karena dalam melindungi masyarakat harus berdasarkan kompetensi dari dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktiknya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button