Nasional

Jangan Anggap Remeh Efek Gas Air Mata, Simak 4 Langkah Penting Mengatasinya!

INDOPOSCO.ID – Gas air mata sering terdengar sebagai “alat pengendali kerumunan” yang dipakai aparat keamanan. Namun, tahukah Anda bahwa zat ini bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Padahal, meski disebut gas, zat ini sejatinya bukan berbentuk gas murni. Ia biasanya hadir dalam bentuk partikel padat halus atau cairan aerosol yang disemprotkan ke udara. Senyawa yang umum digunakan di antaranya CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CN (chloroacetophenone), dan OC (oleoresin capsicum atau pepper spray).

Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi MRCCC Siloam Semanggi, @mrcccsiloamsemanggi, pada Sabtu (30/8/2025), paparan gas air mata membuat tubuh bereaksi cepat. Seperti dijelaskan, “gejalanya mulai dari batuk, sesak napas, sampai rasa terbakar di dada.” Reaksi ini biasanya muncul dalam hitungan detik setelah seseorang terpapar.

Bagi sebagian orang, efek ini mungkin hanya sementara. Namun, pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, penderita asma, atau orang dengan penyakit paru kronis, paparan gas air mata bisa berujung pada kondisi serius bahkan menimbulkan dampak jangka panjang.

Secara umum, efek jangka pendek dari gas air mata meliputi iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan; batuk dan sesak napas; rasa terbakar di dada; hingga peningkatan lendir pada saluran pernapasan.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah efek jangka panjangnya. “Paparan berulang atau intens bisa menimbulkan risiko kerusakan jaringan paru, memicu asma, memperparah penyakit paru kronis seperti COPD, dan potensi inflamasi berkepanjangan yang menurunkan fungsi paru,” urai unggahan tersebut.

 

Menghadapi paparan gas air mata bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga tahu langkah darurat yang tepat. Ada empat tindakan utama yang perlu dilakukan jika seseorang terpapar gas air mata.

“(Empat langkah tersebut yakni) Segera menjauh dari area paparan, cuci muka dan mata dengan air bersih yang mengalir, lepaskan dan ganti pakaian yang sudah terkontaminasi, serta jika sesak napas tak kunjung reda maka segera cari pertolongan medis,” jelasnya.

Paru-paru merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memastikan tubuh tetap bernapas. Karena itu, peringatan ini tidak boleh dianggap enteng. “Ingat, kesehatan paru itu berharga! Jangan anggap remeh gejala sesak atau batuk berkepanjangan setelah terpapar,” tambahnya.

Gas air mata mungkin dipandang hanya sebagai alat pengendali massa. Namun, di balik fungsi itu tersimpan potensi bahaya kesehatan yang nyata. Mengetahui risikonya dan langkah pertolongan awal bisa menjadi cara terbaik untuk melindungi diri. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button