Nasional

Target Unpad Masuk 300 Besar Universitas Terbaik Dunia Harus Didukung Jaringan Internasional Kuat

INDOPOSCO.ID – Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Rapat Pleno Terbuka MWA Unpad berupa paparan dan tanya jawab tiga Calon Rektor (Carek) Unpad Periode 2024-2029 dengan Warga Unpad. Rapat pleno terbuka ini merupakan tahap akhir dari rangkaian proses pemilihan Rektor Unpad.

Rapat pleno ini dihadiri langsung tiga Calon Rektor Unpad, yaitu Prof. Popy Rufaidah, PhD; Prof. Arief S. Kartasasmita, PhD; dan Prof. Dr.med. Setiawan. Ketiganya diberi kesempatan untuk menyampaikan paparan mengenai rencana program yang diusung serta menanggapi pertanyaan dari para panelis di hadapan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.

Dalam siaran langsungnya di Channel YouTube Unpad, Selasa (2/7/2024), salah satu Carek Prof Popy, megutarakan gagasannya untuk mewujudkan Unpad masuk 300 besar universitas terbaik dunia adalah dengan cara optimalisasi peran stakeholder berbasis Pentahelix (Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Komunitas, dan Media).

“Harus melakukan internasionalisasi melalui jejaring yang sudah terbentuk. Antara lain melalui Kedutaan-kedutaan Besar RI di luar negeri, Kedutaan Besar negara-negara sahabat yang sudah ada di dalam negeri, jaringan Diaspora Internasional, dan jaringan alumni,” papar Guru Besar pertama Indonesia penerima penghargaan Star of Excellence Award dari America-Eurasia Center, Washington DC.

Prof. Popy mengatakan, Unpad sudah terkenal di manca negara, bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC banyak tokoh dari luar negeri yang terkesan dengan salah satu kiprah alumni Unpad Prof Mochtar Kusumaatmadja melalui pemikiran hukum laut yang sudah diakui oleh perwakilan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Ada juga para duta besar yang mewakili pemerintah Indonesia yang duduk di kedutaan-kedutaan besar, mereka adalah representasi Unpad atas hasil yang telah dilakukan Unpad, melalui merekalah Unpad bisa maju bersama karena para alumni memiliki cinta hati yang luar biasa untuk Unpad,” ungkap Prof Popy, peraih penghargaan dari Kemdikbudristek Dikti sebagai Atase pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dengan dukungan kerja sama perguruan tinggi terbaik (2021).

Menurutnya, selain menggunakan diplomasi kampus bisa juga melakukan pendekatan kebudayaan dengan nilai-nilai budaya Sunda.

“Saat ini sudah ada pusat unggulan budaya sunda yang ada di Univesitas Padjajaran yang telah memiliki kinerja yang sangat baik sekali dan telah mengembangkan aplikasi, salah satu penguatan yang akan dilakukan adalah membuat kelas kerja sama Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang akan dikerjasamakan dengan kedutaan besar negara-negara sahabat yang ada di Indonesia dan itu pernah dilakukan,” kelas Prof Popy.

“Yang dilakukan adalah membangun jejaring dengan 18 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di bawah Kemendikbud Ristek, yang juga saat ini melakukan program diplomasi kebudayaan sesuai dengan budaya-budaya yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Kemudian, Prof. Popy menyebut kekuatan Unpad yang berasal dari tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional perlu dioptimalkan nantinya, melalui slogan yang ia usulkan “Leading Nasionallly and Globally”.

“Mari Bersama-sama untuk berpartisipasi untuk mengangkat keungulan-keunggulan Unpad yang dimiliki oleh alumni, mahasiswa, dosen, tendik, dan sivitas akdemik yang berasal dari Pentahelix, menjadi ujung tombak Unpad meraih ranking 300 QS WUR,” pungkasnya. (ibs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button