Peretasan Berulang, Indonesia Butuh SDM Teknologi Informasi Mumpuni

INDOPOSCO.ID – Serangan siber pada situs pemerintah telah terjadi berulang kali. Terbaru, gangguan sistem Pusat Data Nasional (PDN) akibat ulah ransomware. Kondisi tersebut menuntut kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi informasi ditingkatkan.
Pengamat Siber Pratama Persadha berpandangan, edukasi terhadap aparatur pemerintah serta keamanan siber dari perangkat kerja masih minim. Meski sistem keamanan siber dimiliki lembaga sudah paling mutakhir dan paling canggih.
Maka secara keseluruhan sistem keamanan suatu lembaga akan dianggap kurang kuat dan atau kurang mumpuni, karena masih memiliki celah untuk masuknya sebuah serangan.
“Melihat maraknya kebocoran data yang disebabkan oleh kelalain SDM ini seharusnya, sudah menjadi peringatan kepada pimpinan organisasi untuk segera melakukan pelatihan (keamanan siber),” kata Pratama melalui gawai, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Menurutnya, masalah paling mendasar dari banyaknya serangan siber yang terjadi adalah kurangnya kewaspadaan SDM terhadap model-model serangan siber yang telah terjadi.
Selain itu, keteledoran aparat pemerintah di bidang teknologi informasi menjadi sasaran empuk peretas melancarkan aksinya mencuri data.
“Kesadaran bahwa kelalaian yang mereka lakukan bisa dimanfaatkan oleh peretas, untuk mengambil alih akun mereka,” ucap Pratama.
“Kemudian dipergunakan peretas, untuk masuk ke dalam sistem dan melakukan pencurian atau perusakan data,” tambah Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) itu.
Sistem Pusat Data Nasional lumpuh sejak 20 Juni 2024 lalu, menyebabkan beberapa layanan publik termasuk layanan imigrasi terkendala. Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2023, korbannya adalah Kementerian Pertahanan.
Seorang peretas dengan nama anonim “Two2” mengklaim, telah meretas situs kemhan.go.id. dan berhasil mendapatkan akses dari dashboard panel situs kemhan tersebut.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat ada 403 juta anomali trafik atau serangan siber ke Indonesia sepanjang 2023. Hal itu terungkap dari laporan laman resmi BSSN menyebutkan, total trafik anomali atau serangan siber di Indonesia selama 2023 mencapai 403.990.813 anomali.
Sementara data sebelumnya hingga April 2022, serangan siber di Indonesia mencapai angka 100 juta kasus. Jenis serangan siber yang banyak ditemukan BSSN didominasi serangan ransomware dan malware. (dan)