Nasional

Strategi Konkret Kawal Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting

INDOPOSCO.ID – Diantara beberapa program prioritas nasional yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, penurunan stunting menjadi salah satu program strategis karena terkait dengan pembangunan manusia. Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Mahfud MD menyampaikan, program strategis ini perlu dikawal dengan implementasi asas akuntabilitas demi pemerintahan yang berorientasi hasil (result oriented government).

“Langkah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengawal akuntabilitas Program Bangga Kencana dan akselerasi penurunan stunting ini adalah langkah yang strategis dan tepat,” ujar Mahfud dalam Rapat Penelaahan (Reviu) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2022 di Kantor BKKBN, Jakarta, Kamis (11/8).

Bentuk pengejawantahan dari asas akuntabilitas berorientasi pada hasil dalam penggunaan anggaran negara adalah dengan memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan untuk membiayai aktivitas pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan hasilnya serta ketepatan penggunaannya. Pelaksanaan program tidak boleh lagi menggunakan pendekatan money follow function, tetapi harus money follow program, serta program harus follow impact/result.

Program Bangga Kencana yang merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana menjadi salah satu program unggulan dari BKKBN. Bangga Kencana menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Mahfud menguraikan, untuk memastikan Program Bangga Kencana dan akselerasi penurunan stunting berdampak dan penggunaan anggarannya akuntabel, terdapat lima hal konkret yang perlu dikawal oleh BKKBN. Pertama, memastikan indikator keberhasilan program penurunan stunting harus tepat dan menggambarkan hasil.

Baca Juga: Pensiunan BKKBN Dukung Keberhasilan Bangga Kencana Atasi Stunting

Kedua, memastikan target masyarakat yang menjadi penerima manfaat sudah ditetapkan secara tepat, berdasarkan data empiris yang didapat oleh Tim. Ketiga, memastikan tercipta collaborative working dalam pelaksanaan program tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button