Nasional

Optimalisasi Tugas dan Fungsi Jadi Cara Bea Cukai Dukung Realisasi Positif APBN

INDOPOS.CO.ID – Pernahkah terpikirkan, bagaimana kita, bangsa Indonesia dapat mewujudkan cita-cita yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu untuk melindungi, memajukan kesejahteraan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa? Nah, jawabannya ialah dalam merealisasikan hal tersebut, pemerintah membuat sebuah perencanaan matang dari sisi anggaran dan pembangunan nasional, yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dibuat secara sistematis dan terperinci, APBN berisikan rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran, yang tiga komponennya, yaitu pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan negara telah disetujui oleh DPR. Di tahun 2021 lalu, dilihat dari ketiga komponen tersebut, pelaksanaan APBN mencatatkan kinerja yang positif. Dalam konteks ini, pendapatan negara melebihi target, belanja negara dilakukan secara optimal khususnya untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi daerah dan pusat, dan pembiayaan anggaran yang efisien di tahun 2021 menjadi modal positif untuk transisi menuju konsolidasi fiskal tahun 2023.

Realisasi positif APBN 2021 tersebut menurut Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto merupakan buah kolaborasi pemerintah, stakeholder, dan masyarakat. Bea Cukai sendiri, disebutkan Nirwala menjadi salah satu instansi pemerintah yang berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan realisasi pendapatan negara dengan mengumpulkan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp269 triliun atau 125,13% dari target APBN. “Dalam mewujudkan realisasi APBN yang berdampak positif bagi masyarakat, Bea Cukai berupaya mengoptimalkan pelaksanaan empat tugas dan fungsinya, yaitu mengumpulkan penerimaan negara, melindungi masyarakat, memfasilitasi perdagangan, dan mengasistensi industri dalam negeri,” ungkapnya.

Dijelaskan Nirwala, di tahun 2021 Bea Cukai mewujudkan peningkatan penerimaan yang optimal melalui kebijakan tarif cukai hasil tembakau, pengembangan layanan berbasis digital, dan penguatan kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait. Walhasil, instansi kepabeanan ini mencatatkan pertumbuhan signifikan di setiap komponen penerimaan, seperti bea masuk tercapai 117,22%, bea keluar 706,94%, dan cukai 108,62% dari target APBN.

Baca Juga : Terselip Kata ‘Potong Alat Vital’ pada Pidato Politik Yussuf Solichien

Di samping itu, Bea Cukai pun serius menjalankan fungsi perlindungan masyarakat dengan memperkuat pengawasan narkoba dan barang larangan pembatasan, meningkatkan kerja sama internasional, dan menaikkan kapasitas operasi laut untuk mencegah penyelundupan barang ilegal. “Di tahun 2021, Bea Cukai melaksanakan 1.334 penindakan kasus narkoba dan mengamankan 4.073 kilogram barang bukti narkoba. Sedangkan di bidang pengawasan cukai, melalui Operasi Gempur, Bea Cukai tak hanya memberantas rokok ilegal untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk menjamin keberlangsungan industri rokok legal dalam negeri dan mengamankan penerimaan negara,” kata Nirwala.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button