Headline

Terselip Kata ‘Potong Alat Vital’ pada Pidato Politik Yussuf Solichien

INDOPOSCO.ID – Ada yang menggelitik dalam pidato politik Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Mayjen TNI Mar (Purn) Dr. Yussuf Solichien, MBA, Ph.D, pada momentum hari jadi partai. Saat perayaan HUT ke 23 PKP di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (15/1/2022) terdengar riuh tamu yang hadir lantaran ada dalam isi pidato tersenyip potong alat vital bagi pelaku kejahatan seksual seperti yang terjadi di salah satu pesantren di Solo.

“Kita harus hadir dan memberikan solusi ketika ada persoalan seperti kasus pemerkosaan di Solo. Apalagi ini terjadi pada lembaga pendidikan, kalau kami bersuara keras untuk memberikan efek jera, hukuman potong alat vital bagi pelaku,” begitu kira-kira penggalan pidato ketum PKP, Yussuf Solichien yang membuat agak terkejut para tamu undangan, dan kader PKP yang turut meramaikan HUT PKP.

Dua puluh menit sebelum membahas alat vital, pidato Yussuf Solichien terdengar normatif memang, karena sudah tertuang dalam rilis yang dibagikan ke insan media yang hadir. Tapi menjelang pidato berakhir keluarlah improovisasi yang membuat tamu undangan merasa ngeri dengan suara lantang dari panggung.

Sebelumnya, Yussuf menjabarkan, 15 Januari 2022, selain memperingati hari jadi PKP yang ke-23, momentum itu bertepatan juga dengan peringatan Hari Dharma Samudra untuk mengenang Pertempuran Laut Aru tanggal 15 Januari 1962. Dimana, masih lanjutan pidato Yussuf Solichien, 25 ABK RI Matjan Tutul gugur menjadi putra terbaik bangsa dalam Operasi Pembebasan Irian Barat.

Baca Juga : Rombak Jabatan Elite PKP, Said Salahudin Jadi Kabid Ideologi Politik-Tradisi Partai

“Sangat beruntung sekali hari jadi PKP bertepatan dengan Hari Dharma Samudera. PKP didirikan pada 15 Januari 1999 oleh Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dan mantan Panglima ABRI mendiang Jenderal TNI Edy Sudrajat.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button