Nasional

BKKBN: Edukasi Kurang, Bayi dengan Berat Badan Rendah Meningkat

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Provinsi DKI Jakarta meningkat akibat minimnya edukasi terkait kesehatan kehamilan pada ibu hamil.

“Kalau menurut saya, ketersediaan makanan di sini itu sudah cukup, tetapi pengetahuannya yang kurang. Sedangkan edukasi itu penting,” kata Hasto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (15/12/2021).

Menanggapi jumlah BBLR yang meningkat di ibu kota, Hasto menjelaskan bahwa edukasi kesehatan pada ibu khususnya mengenai kehamilan masih rendah, sehingga banyak ibu hamil yang tidak mengetahui pentingnya rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga : BKKBN Sebut Angka Stunting di Sumbar Masih Cukup Tinggi

“Pandemi sudah mau dua tahun. Dia mau ke tempat pertolongan, persalinan ataupun ke bidan dan klinik, mungkin tidak secepat waktu dulu sebelum pandemi. Dia takut, saya yakin itu sebabnya,” ujar dia.

Kurangnya edukasi itu kemudian diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan ibu tak bisa memeriksakan kandunganya, bahkan menimbulkan rasa takut untuk pergi ke bidan, klinik maupun puskesmas terdekat.

Akibatnya, angka kelahiran prematur menjadi tinggi karena bayi lahir sebelum waktunya. Hal itu disebabkan karena tidak jarang pada saat ibu mengalami pembukaan persalinan, ibu telat mendapatkan penanganan.

Hingga pembukaan pada mulut rahim itu telah mencapai sebesar empat sentimeter dan melahirkan di luar fasilitas kesehatan seperti di dalam mobil maupun dalam perjalanan.

Baca Juga : Kenaikan Angka Kekerdilan, BKKBN Minta Setiap Provinsi Mewaspadai

Oleh sebab itu, menurutnya sangat penting untuk memberikan ibu banyak pemahaman tidak hanya pada kesehatan kehamilan saja, tetapi juga nutrisi yang didapat ibu hingga pemberian edukasi mengenai sebab, akibat dan gejala kelahiran prematur.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button