• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BKKBN: Edukasi Kurang, Bayi dengan Berat Badan Rendah Meningkat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 15 Desember 2021 - 17:09
in Nasional
bkkbn

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo saat memberikan arahan di Kantor Pusat BKKBN Jakarta. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Provinsi DKI Jakarta meningkat akibat minimnya edukasi terkait kesehatan kehamilan pada ibu hamil.

“Kalau menurut saya, ketersediaan makanan di sini itu sudah cukup, tetapi pengetahuannya yang kurang. Sedangkan edukasi itu penting,” kata Hasto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (15/12/2021).

BacaJuga:

Absen dalam Perayaan Kemerdekaan di Tanah Air, SBY Kirim Pesan dari Rochester

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Menanggapi jumlah BBLR yang meningkat di ibu kota, Hasto menjelaskan bahwa edukasi kesehatan pada ibu khususnya mengenai kehamilan masih rendah, sehingga banyak ibu hamil yang tidak mengetahui pentingnya rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga : BKKBN Sebut Angka Stunting di Sumbar Masih Cukup Tinggi

“Pandemi sudah mau dua tahun. Dia mau ke tempat pertolongan, persalinan ataupun ke bidan dan klinik, mungkin tidak secepat waktu dulu sebelum pandemi. Dia takut, saya yakin itu sebabnya,” ujar dia.

Kurangnya edukasi itu kemudian diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan ibu tak bisa memeriksakan kandunganya, bahkan menimbulkan rasa takut untuk pergi ke bidan, klinik maupun puskesmas terdekat.

Akibatnya, angka kelahiran prematur menjadi tinggi karena bayi lahir sebelum waktunya. Hal itu disebabkan karena tidak jarang pada saat ibu mengalami pembukaan persalinan, ibu telat mendapatkan penanganan.

Hingga pembukaan pada mulut rahim itu telah mencapai sebesar empat sentimeter dan melahirkan di luar fasilitas kesehatan seperti di dalam mobil maupun dalam perjalanan.

Baca Juga : Kenaikan Angka Kekerdilan, BKKBN Minta Setiap Provinsi Mewaspadai

Oleh sebab itu, menurutnya sangat penting untuk memberikan ibu banyak pemahaman tidak hanya pada kesehatan kehamilan saja, tetapi juga nutrisi yang didapat ibu hingga pemberian edukasi mengenai sebab, akibat dan gejala kelahiran prematur.

Guna menekan angka BBLR semakin meningkat sekaligus menurunkan angka anak stunting (lahir dalam keadaan kerdil), pihaknya telah membentuk tim pendaming keluarga yang nantinya akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan kehamilan hingga asupan gizi pada keluarga.

“Itu yang harus mengawal betul. Tim pendamping keluarga ada 600 ribu, hanya mendampingi 4,8 juta setahun. Satu orang mendampingi kurang lebih delapan, itu cukuplah,” kata Hasto.

Sebelumnya secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membeberkan angka bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan.

“Provinsi DKI Jakarta kasus BBLR juga meningkat,” kata Muhadjir.

Berdasarkan data milik Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2021, dia mengatakan kasus bayi dengan berat badan lahir rendah pada tahun 2018, disebutkan ada sebanyak 1.381 bayi atau dengan persentase 0,6 persen lahir dengan BBLR dari 210.284 bayi yang baru lahir.

Sedangkan pada tahun 2021, angka tersebut mengalami kenaikan menjadi dari 170.777 bayi yang lahir, 2.145 bayi atau sebesar 1,26 persen bayi dipastikan mengalami BBLR.

Menurutnya hal itu dapat terjadi, akibat ibu mengalami kekurangan gizi selama masa kehamilan, sehingga memberikan potensi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan kemampuan pada aspek tenaga kesehatan dalam merawat bayi dengan BBLR di rumah sakit, serta menyediakan dukungan berupa sarana dan prasarana yang tidak murah karea perawatan membutuhkan waktu dari satu hingga dua bulan.

“Kita juga harus menyelesaikan masalah gizi pada remaja, ibu hamil, pasangan usia subur dan calon pengantin,” ujar dia. (mg2)

Tags: BayibkkbnKasus Bayi BBLR

Berita Terkait.

sby
Nasional

Absen dalam Perayaan Kemerdekaan di Tanah Air, SBY Kirim Pesan dari Rochester

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:06
posko
Nasional

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:11
cpns
Nasional

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:02
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:42
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:32
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1443 shares
    Share 577 Tweet 361
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3815 shares
    Share 1526 Tweet 954
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.