Nasional

Pukat Udang Segera Operasi 80 Kapal Siap Eksplor Hasil Laut Arafura

INDOPOSCO.ID – Komoditi udang yang melimpah di laut Papua memiliki nilai ekonomis paling tinggi di antara hasil tangkapan yang ada. Bahkan jenis udang Banana (white) dan Sea Tiger hanya didapat di Laut Arafura. Tak kurang dari 80 unit kapal berukurang 100-200 gross tone (GT) akan segera beroperasi mengeksplore hasil laut Arafura.

Wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 718 tersebut akan kedatangan kapal dengan alat tangkap pukat udang (pukat hela) untuk memanfaatkan potensi udang laut yang melimpah. Meski jumlah kapal yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan alat tangkap pukat hela lebih dari 140 unit, tapi hanya 80 unit yang diberikan izin.

“Kami memilih yang paling siap, dan sudah dikunci di 80 unit saja. Kalau ada yang mau ikut, ya antri saja, nunggu dari 80 unit itu tak mampu beroperasi lagi,” kata Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini Hanafi, saat ditemui di ruangannya baru baru ini.

Dia menjelaskan pengaturan dan pengelolaan alat penangkapan ikan (API) beserta alat bantu penangkapan ikan (ABPI) sesuai Permen KP 18/2021 bertujuan untuk menjaga keteraturan kegiatan penangkapan ikan di Indonesia.

“Kebijakan itu untuk tercapainya manfaat optimal serta memberikan perlindungan terhadap sumber daya ikan beserta habitatnya. Permen KP tersebut merupakan implementasi dari konsep penangkapan terukur yang saya sampaikan itu,” terang Zaini.

Dengan gamblang Zaini mengungkapkan konsep yang diterapkan, tidak hanya jumlah tangkapan, jumlah kapal dan alat tangkap yang diatur, tapi juga fasilitas dan ekosistem industri yang menyertainya.

“Terhadap aktivitas penangkapan terukur ini, kami juga sudah merencanakan untuk perbaikan atau optimalisasi pelabuhan-pelabuhan yang ada. Sehingga terjadi keseimbangan sarana dan prasarana antara yang ada di barat dan yang di timur,” urainya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button