Internasional

AS Tak Berniat Memutus Hubungan Ekonomi dari China

INDOPOSCO.ID – Amerika Serikat (AS) akan terus menekan China untuk mengatasi praktik ekonomi yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan AS, tetapi tidak bermaksud untuk memutuskan hubungan ekonomi dengan negara Asia itu, kata Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, Rabu (30/11).

Meski mengecam Beijing atas dukungan finansial besar-besaran kepada perusahaan-perusahaan China dan dugaan pencurian kekayaan intelektual AS, Raimondo mengatakan dalam pidatonya di Massachusetts Institute of Technology, “Kami tidak berusaha dengan cara apa pun untuk memisahkan ekonomi kami dari ekonomi China”.

“Kami ingin mempromosikan perdagangan dan investasi di bidang yang tidak mengancam keamanan nasional atau nilai-nilai hak asasi manusia kami,” ujarnya Kamis (1/12), seperti dilansir Antara.

Baca Juga : Rupiah Awal Pekan Menguat Ditopang Data Pertumbuhan Ekonomi

Raimondo mencatat bahwa China adalah pasar ekspor terbesar ketiga AS dan ekspor tersebut secara langsung mendukung 750.000 pekerjaan di AS.

Pada konferensi pers di Bucharest, Rumania, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menegaskan kembali posisi pemerintahnya yang “tidak ingin memisahkan ekonomi AS (dari China)” dan tidak ingin berkonflik dengan China karena persaingan yang kian tajam di bidang militer, ekonomi, teknologi dan bidang lainnya.

Pernyataan para pejabat AS itu disampaikan ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden terus memperketat pembatasan akses China ke teknologi mutakhir seperti semikonduktor.

Pada Oktober, Departemen Perdagangan AS meluncurkan serangkaian kendali ekspor pada produk cip canggih tertentu yang dapat digunakan oleh Beijing untuk melatih sistem kecerdasan buatan dan menjalankan aplikasi mutakhir di bidang militer dan pengawasan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button