Headline

Pemberantasan Perjudian Jangan Jadi Fenomena Tarik-Ulur

INDOPOSCO.IDPolri diharapkan tidak tarik-ulur dalam pemberantasan tindak pidana perjudian. “Fenomena itu (tarik-ulur, red.) sudah biasa,” kata Pakar Hukum Pidana dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hibnu Nugroho di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (27/8/2022).

Padahal, lanjut dia, dalam penegakan hukum, khususnya yang berkaitan dengan perjudian, baik judi darat atau konvensional maupun judi secara daring harus secara masif.

Dengan demikian, kata dia, jangan sampai pemberantasan terhadap tindak pidana perjudian tersebut secara tarik-ulur.

Baca Juga : Sahroni: Sudah Seharusnya KKEP Jatuhkan Sanksi PTDH kepada Sambo

“Rupanya sekarang itu sepertinya tarik-ulur, hukum dipakai sebagai sarana tarik-ulur. Begitu ada keinginan dari pimpinan tertinggi, langsung tarik,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed itu.

Akan tetapi, kata dia, begitu tidak ada perintah lain diulur lagi sehingga kadang-kadang hal itu membuat masyarakat kurang respek terhadap pemberantasan perjudian. “Ini penuh tantangan. Sekarang tinggal politik hukum dari penegak hukum seperti apa?” kata Prof. Hibnu dilansir Antara.

Dalam hal ini, kata dia, apakah penegak hukum akan membasmi seluruhnya ataukah hanya sebagian tidak dibasmi secara keseluruhan.

Namun, dari segi ilmu sosial, lanjut dia, yang namanya perjudian itu tidak pernah selesai. “Perjudian seperti halnya prostitusi. Itu sudah termasuk penyakit masyarakat, dan sekarang tinggal komitmen dari penegak hukum apakah tarik kencang ataukah tidak,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button