Headline

Kabar Penerima Vaksin Covid-19 Bakal Meninggal Dalam 2 Tahun Dipastikan Hoaks

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, bahwa kabar yang menyebut orang sudah divaksin Covid-19 bakal meninggal dalam 2 tahun dipastikan tidak benar.

Kabar tersebut muncul dari sebuah unggahan di akun media sosial Facebook Ryan Shough pada 22 Mei 2021. Kemudian mendadak menjadi perbincangan hangat warganet.

Di unggahan tertulis nama pria asal Prancis yang mengaku seorang peraih Nobel dan Ahli Virologi, Luc Montainger, mengatakan tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup bagi orang-orang yang telah menerima segala jenis vaksin.

“Saya mengklarifikasi beberapa hoaks terkait vaksinasi Covid-19. Terkait pernyataan Luc Montainger yang menyatakan semua orang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun adalah tidak benar,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Ia menyebut, kutipan itu secara keliru dikaitkan sumber dalam unggahan Facebook tersebut yakni, Montaigner dalam meme berita palsu, yang telah beredar secara luas.

“Dalam pernyataan tersebut, vaksinasi dapat menyebabkan varian baru virus Corona itu juga tidak benar,” jelas Wiku.

Menurut penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus Corona bermutasi menjadi varian baru.

“Mutasi terjadi, ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup. Pada vaksin, menggunakan virus yang sudah dimatikan, virus tidak utuh, dan sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh manusia,” ujar Wiku.

Adapun kutipan Luc Montaigner, yang diunggah akun Facebook Ryan Shough pada 22 Mei 2021:

All vaccinated people will die within 2 years. Nobel Prize Luc Montaigner has confirmed that there is no chance for survival for people who have received any form of the vaccine.

In the shocking interview, the worlds top states blankly: “There is no hope and no possible to treatment for those who have been vaccinated already. We must be prepared to incinerate the bodies.

The scientific genius backed claims of other pre eminient virologists after studying the constituents of the vaccine. The will all die from antibody dependent enhancement. Nothing more can be said. (dan)

Back to top button