• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Butuh Biaya tak Sedikit, Pengamat: dekarbonisasi Pertamina Patut Diapresiasi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 7 Desember 2023 - 21:02
in Ekonomi
pertamco

Ilustrasi Pertamina. (dokumen INDOPOS.CO.ID)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat energi bersih Abadi Poernomo mengapresiasi dekarbonisasi Pertamina. Upaya yang dilakukan BUMN jelang ulang tahun ke-66 melalui Sub Holding Power & New Renewable Energy (NRE) menunjukkan komitmennya terhadap pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Dekarbonisasi sejak dulu sudah ada di Pertamina. Sebagai motor pembangunan, Pertamina memang seharusnya menjadi pelopor menciptakan lingkungan bersih. Makanya upaya dekarbonisasi Pertamina harus diapresiasi. Ini kan untuk mencapai Net Zero Emission,” kata Abadi dalam keterangan, Kamis (7/12/2023).

BacaJuga:

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

Upaya dekarbonisasi Pertamina, menurut dia, seharusnya disikapi positif. Terlebih, investasi yang ditanamkan membutuhkan biaya cukup besar. “Tetapi biaya investasi tersebut, pada akhirnya akan menjadi worth it dalam konteks menciptakan lingkungan bersih yang lebih luas di Indonesia,” ujarnya.

Belum lagi dilihat dari sisi perdagangan karbon. Menurut Abadi, perdagangan karbon sekarang semakin membaik dan Pertamina merupakan pemain utama di bursa karbon Indonesia. Dengan demikian, dekarbonisasi yang sejak lama dilakukan Pertamina saat ini bisa menghasilkan pendapatan untuk perusahaan.

“Semua peluang yang bisa mendapatkan income tambahan pasti diambil. Itu kan prinsip perdagangan karbon dan dekarbonisasi adalah upaya kita menghasilkan lebih sedikit karbon dari yang lain, less carbon than the other company,” jelasnya.

Itu sebabnya, semakin banyak Pertamina melakukan dekarbonisasi, semakin besar peluang tambahan penghasilannya dari perdagangan karbon.

Tidak hanya itu. Abadi juga berharap, Pertamina melalui PNRE tidak hanya berhenti pada upaya dekarbonisasi, tetapi juga praktik lain yang menciptakan lingkungan bersih.

“Mereka harus terus berjuang menciptakan lingkungan bersih. Kalau memang sudah advance atau lebih maju dari perusahaan yang lain bisa dijadikan role model,” katanya.

Seperti diketahui, Pertamina melalui Sub Holding PNRE terus berkomitmen upaya transisi energi dan dekarbonisasi. Hal itu dilakukan, antara lain melalui eksplorasi dan produksi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) secara terintegrasi.

Salah satunya, ketika PNRE berkolaborasi dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR), menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 25 MW. Selain itu, PNRE juga terus menggenjot proyek PLTGU Jawa-1 yang berkapasitas 1.760 MW, yang diperkirakan beroperasi pada akhir tahun ini. (nas)

Tags: dekarbonisasi PertaminaPengamatPertamina

Berita Terkait.

Gedung-BNI
Ekonomi

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Senin, 20 April 2026 - 11:29
knecks
Ekonomi

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

Senin, 20 April 2026 - 01:11
ccs
Ekonomi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

Minggu, 19 April 2026 - 18:08
Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin
Ekonomi

Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 01:21
Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM
Ekonomi

Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM

Sabtu, 18 April 2026 - 23:54
Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan
Ekonomi

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    836 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.