Ekonomi

Ujung Tombak Pemulihan Ekonomi, UMKM Diberi Fasilitas Kemudahan Ekspor

INDOPOSCO.ID – Peningkatan kegiatan ekonomi terus digalakkan oleh pemerintah yang bersinergi dalam menggenjot kegiatan ekspor berbagai komoditas melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menilai keterlibatan UMKM dalam pelepasan ekspor serentak akan berdampak baik terhadap ekonomi Indonesia. Sebab, UMKM merupakan sektor yang berperan penting dalam pemulihan ekonomi, khususnya di tengah kondisi krisis saat ini.

Berdasarkan data historis, UMKM telah melewati beberapa masa krisis diantaranya krisis Asia tahun 1998 dan krisis global tahun 2008 yang pada masa itu UMKM berhasil bertahan dengan peningkatan ekspor hingga 350% terutama dari bahan furnitur dan bahan baku lokal hasil laut dan pertanian. Adapun faktor yang memengaruhi UMKM bertahan saat itu adalah mereka dapat tetap menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memanfaatkan sumber daya lokal terkait tenaga kerja dan bahan baku.

Maka dari itu, upaya mendukung UMKM untuk ekspor di tengah pandemi ini terus dilakukan pemerintah dengan menggelontarkan berbagai program fasilitas dan kemudahan, salah satunya oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Melalui Bea Cukai, Kemenkeu telah memberikan tiga fasilitas utama untuk memudahkan ekspor diantaranya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor oleh IKM (KITE IKM), Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk IKM, dan Klinik Ekspor.

Berita Terkait

KITE IKM adalah fasilitas yang diberikan untuk industri kecil menengah yang melakukan pengolahan, perakitan atau pemasangan bahan baku yang hasil produksinya untuk tujuan ekspor. Fasilitas Fiskal yang diberikan untuk perusahaan KITE IKM berupa pembebasan bea masuk, PPN tidak dipungut, dan PPnBM tidak pungut pada saat pengusaha mengimpor bahan baku, mesin, ataupun barang contoh.

Bea Cukai telah memberikan izin KITE IKM kepada 98 industri kecil maupun industri menengah, yang pada tahun 2020 lalu telah memberi dampak ekonomi berupa nilai ekspor sebesar USD 23,12 juta dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 12.853 orang.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button