INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran produknya melalui jaringan ritel modern.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menuturkan, langkah tersebut dinilai menjadi salah satu pintu masuk bagi produk UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global.
Menurut Budi, keberhasilan produk UMKM menembus jaringan ritel modern menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar kelayakan dan memiliki kualitas yang mampu bersaing. Terlebih, ritel modern menjadi salah satu etalase penting untuk memperkenalkan produk berkualitas kepada masyarakat luas.
“Ritel modern menjadi etalase bagi produk-produk berkualitas yang sudah terstandardisasi,” katanya.
Kemendag, dikatakan Budi, bersama pemerintah daerah bekerja sama dengan asosiasi ritel untuk mendampingi para UMKM, agar produknya bisa diterima di ritel modern. Sehingga, produk yang sudah dikurasi ritel akan lebih mudah mendapat kesempatan ekspor.
Dia menjelaskan, produk UMKM yang telah lolos kurasi dan masuk jaringan ritel modern memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan ke pasar internasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong pendampingan agar pelaku UMKM mampu memenuhi persyaratan pasar sekaligus meningkatkan kualitas produknya.
Ia mencontohkan besarnya potensi produk Indonesia di pasar global melalui capaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran tersebut berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau setara Rp414,13 triliun.
Dari jumlah tersebut, sambung Budi, potensi transaksi khusus produk UMKM mencapai USD 510,79 juta. “Capaian ini menunjukkan bahwa produk usaha kecil dan menengah Indonesia memiliki peluang untuk berkembang di pasar internasional,” ungkapnya.
Untuk memperluas akses tersebut, menurutnya, Kemendag mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara mitra dagang. Jaringan ini dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang transaksi ekspor.
“Kami memfasilitasi pelaku usaha untuk makin berdaya saing di pasar domestik dan ekspor,” ujarnya. (nas)


















