INDOPOSCO.ID – Aktor sekaligus YouTuber Andovi da Lopez menilai dalih keawaman tidak bisa digunakan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad untuk membentengi polemik kehadirannya bersama ‘mahasiswa’ palsu dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda pada Kamis (29/10/2026).
Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diinisiasi oleh Polda Metro Jaya. Kehadiran Raffi Ahmad menuai sorotan warganet karena acara tersebut turut dihadiri dugaan mahasiswa gadungan.
“Nah, mungkin kita bisa menganggap bahwa Raffi Ahmad enggak tahu apa yang terjadi di lapangan, dia enggak tahu siapa aja yang akan datang. Best case scenario itu dia enggak tahu ya. Tapi kita tidak bisa terus sembunyi di balik ketidaktahuan,” kritik Andovi melalui akun Instagram pribadinya @andovidalopez dilihat di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Seharusnya Raffi Ahmad bisa lebih cermat mengecek peserta yang hadir dalam acara tersebut. Sebab, kehadirannya di sana justru mencederai gerakan dan aspirasi dari elemen mahasiswa yang murni.
“Lu adalah utusan khusus Presiden, lu adalah Raffi Ahmad. Ya cari tahu kalau enggak tahu,” ujar Andovi.
Namun, kondisi yang mengkhawatirkan adalah jika Raffi Ahmad sebenarnya sudah mengetahui secara menyeluruh mengenai acara dan peserta tersebut, tetapi ia tetap memilih hadir.
“Tapi kan itu best case scenario, worst case scenario nya apa? Worst case scenario-nya, dia tahu dan dia tetap datang dan hadir,” ucap Andovi.
Menurutnya, kehadiran Raffi bersama sejumlah orang mengaku mahasiwa bayaran justru akan menodai legitimasi serta kredibilitas gerakan mahasiswa yang selama ini membawa suara masyarakat.
“Pergerakan mahasiswa di depan masa depan akan makin sulit, karena narasi di masyarakat kalau mereka semua adalah mahasiswa sewaan,” imbuh aktor berusia 32 tahun itu.
Acara Deklarasi Sumpah Pemuda ramai diperbincangkan di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan keabsahan identitas serta penampilan sebagian massa yang hadir dalam acara tersebut, misalnya mempertanyakan apakah mereka benar mahasiswa atau bukan.
Sebuah video viral di media sosial bahkan menampilkan seorang pria bernama Bayu Setiadi atau Dino yang merupakan peserta acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang kebingungan dan kesulitan saat ditanya wartawan mengenai asal kampusnya.
Dalam video klarifikasinya, Bayu mengakui bahwa ia mengikuti acara tersebut berdasarkan undangan dari komunitas dan dibayar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Universitas Dian Nusantara serta masyarakat karena tidak teliti saat menerima pekerjaan tersebut.(dan)


















