INDOPOSCO.ID – Pihak kepolisian menyatakan massa aksi yang masih bertahan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, hingga Rabu (28/10/2026) malam, bukan merupakan mahasiswa.
Massa aksi yang memilih bertahan sempat melakukan pembakaran road barrier pada pukul 18.48 WIB, sebelum akhirnya padam akibat hujan deras mengguyur lokasi demo.
Sementara itu, pendemo yang berasal dari elemen mahasiswa sudah membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 18.00 WIB. Mereka sempat membentangkan spanduk bernada sindiran keras kepada oligarki karena eksploitasi alam.
“Yang tinggal bukan mahasiswa. Karena mahasiswa menyampaikan dengan damai,” kata pihak kepolisian melalui pengeras suara di lokasi, Rabu (28/10/2026).
Polisi menyampaikan apresiasi kepada demonstran karena telah menggelar demo dengan tertib dan tidak merusak fasilitas publik. “Rekan-rekan mahasiswa terima kasih sudah membubarkan diri dengan baik,” ujarnya.
Demonstrasi hari ini yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar). Aksi unjuk rasa yang berpusat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat itu mengusung tema #IndonesiaSadar.
Komite Sadar bersama BEM UI mengutarakan lima tuntutan mendesak yang mencakup isu lingkungan, pengalihan anggaran negara, pendidikan dan lapangan kerja, pemberantasan KKN, hingga penghentian militerisasi ruang sipil. (dan)


















