INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya berkomitmen melindungi hak warga negara yang menyampaikan pendapat saat Hari Sumpah Pemuda, dengan mengedepankan pendekatan persuasif agar aksi berjalan aman dan tertib.
Penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) siap memberikan pelayanan serta mengawal jalannya penyampaian aspirasi warga negara dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menekankan pentingnya komunikasi, negosiasi, serta pendekatan persuasif dan humanis dalam pelaksanaan tugas.
“Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis,” kata Dadang di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Keselamatan seluruh warga negara, baik peserta aksi maupun masyarakat yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari, menjadi tanggung jawab dan prioritas utama petugas gabungan. Kehadiran petugas ditujukan untuk memastikan hak setiap warga tetap terlindungi.
Dadang juga mengingatkan seluruh personel untuk bertugas secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur. Pengamanan dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan DPR/MPR RI, depan UOB, Tugu Tani, Silang Selatan Monas, serta lokasi lainnya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto meminta peserta aksi untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan damai, menghormati hak masyarakat lainnya, serta bersama-sama menjaga ruang publik dan fasilitas umum.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat menjadi bagian penting dalam pelayanan ini,” ujar Budi Hermanto dalam kesempatan yang sama.
Demonstrasi hari ini yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar). Aksi unjuk rasa yang berpusat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat itu mengusung tema #IndonesiaSadar. (dan)


















