INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melanjutkan Program Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 untuk membantu warga yang terkendala biaya pendidikan dan belum dapat mengambil ijazahnya.
Pada tahap ini, sebanyak 2.810 warga tercatat sebagai calon penerima manfaat dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp4,67 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Program itu diharapkan dapat membantu warga memperoleh kembali ijazah yang tertahan akibat kendala biaya pendidikan, sehingga dapat dimanfaatkan melanjutkan pendidikan maupun membuka peluang kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan, bahwa proses pendataan calon penerima manfaat dilakukan melalui koordinasi dengan satuan pendidikan dan dilanjutkan dengan verifikasi serta validasi secara berjenjang.
“Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan satuan pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi bersama Suku Dinas Pendidikan dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Proses ini penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria,” kata Nahdiana di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan data pendataan sementara, calon penerima manfaat Program Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 terdiri atas jenjang SD sebanyak sekitar 200 penerima senilai Rp316 juta, serta jenjang SMP sebanyak 910 penerima senilai Rp1,35 miliar.
Selain itu, program ini juga mencakup jenjang SMA sebanyak 304 penerima dengan nilai Rp521,9 juta, jenjang SMK sebanyak 1.104 penerima senilai Rp2,06 miliar, jenjang SKB sebanyak 289 penerima senilai Rp415,7 juta, serta jenjang SLB sebanyak tiga penerima senilai Rp6 juta.
Dalam kegiatan tersebut, enam penerima manfaat dari Jakarta Pusat Wilayah I dan II dijadwalkan mengikuti prosesi pengambilan ijazah secara simbolis bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Para penerima manfaat berasal dari jenjang SMP, SMA, dan SMK dengan tahun kelulusan yang beragam.
Bantuan itu diharapkan dapat mendukung warga yang ingin melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melamar pekerjaan, maupun mengembangkan usaha yang sedang dijalankan.(dan)


















