• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Nasuha Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27
in Nasional
Cek-Kesehatan

Ilustrasi layanan kesehatan. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu tenaga kesehatan menentukan tingkat kegawatan pasien di instalasi gawat darurat (IGD). Meski berpotensi mempercepat penentuan prioritas penanganan, model tersebut masih perlu ditingkatkan karena akurasi klasifikasinya baru mencapai 63,60 persen.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Nuraisa Novia Hidayati mengatakan, pengembangan model AI tersebut dilakukan untuk mendukung proses triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatan dan kebutuhan waktu penanganan.

BacaJuga:

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, 11 Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Menurut dia, model tersebut dikembangkan dengan mengacu pada Australasian Triage Scale (ATS). Tim menggunakan 4.556 kasus klinis yang telah diberi label, dengan 456 kasus di antaranya digunakan sebagai data pengujian.

Ia menyebut, hasil pengujian menunjukkan model mampu memprediksi tingkat triase secara tepat pada 63,60 persen kasus. Sementara itu, sebanyak 97,15 persen prediksi memiliki selisih paling jauh satu tingkat dibandingkan label acuan.

Meski demikian, lanjut dia, BRIN menemukan 68 kasus undertriage atau 14,91 persen dari keseluruhan data uji. Kondisi ini terjadi ketika model memperkirakan tingkat kegawatan pasien lebih rendah daripada penilaian acuan, sehingga berisiko menyebabkan pasien tidak memperoleh prioritas penanganan sesuai kebutuhannya.

Ia menegaskan, risiko tersebut menjadi perhatian penting dalam pengembangan sistem. Sebab, kesalahan menentukan tingkat kegawatan dapat memengaruhi keputusan mengenai pasien yang harus ditangani lebih dahulu di IGD.

Untuk mengurangi risiko kesalahan, masih ujar dia, tim mengembangkan mekanisme pengaman (safety guardrail) berbasis aturan klinis. Sistem ini dirancang untuk mengenali tanda bahaya dan meningkatkan urgensi rekomendasi ketika kondisi pasien memenuhi kriteria tertentu.

Dengan mekanisme tersebut, menurutnya, rekomendasi tidak hanya bergantung pada keluaran model bahasa besar (large language model/LLM), tetapi juga mempertimbangkan aturan klinis yang telah ditetapkan dalam sistem.

“Model AI ini telah diterapkan dalam prototipe E-Triase IGD yang mengintegrasikan asesmen awal pasien menggunakan pendekatan A-B-C-D, meliputi jalan napas (airway), pernapasan (breathing), sirkulasi (circulation), serta kondisi kesadaran dan neurologis awal (disability),” terangnya.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut menyajikan rekomendasi tingkat triase, target waktu penanganan, serta tindakan awal. Sistem juga memberikan peringatan jika data asesmen belum lengkap. Namun, hasil analisis tetap harus divalidasi tenaga kesehatan sebelum disimpan.

Kendati menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, BRIN masih perlu melakukan evaluasi lanjutan, termasuk menguji kesepakatan antardokter, mengkaji privasi data, serta menganalisis secara mendalam 68 kasus undertriage yang ditemukan.

Selain itu, tim tengah memetakan lima tingkat ATS ke dalam tiga kategori Cipto Triage Method (CTM) yang digunakan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemetaan tersebut memerlukan penyesuaian karena kedua metode memiliki kriteria dan indikator pembeda yang berbeda.

Nuraisa menegaskan, pengembangan selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi berdasarkan ATS maupun CTM. Dengan demikian, AI diharapkan dapat menjadi alat bantu yang lebih andal dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan, tanpa menggantikan peran tenaga kesehatan dalam memvalidasi rekomendasi sesuai kondisi pasien.(nas)

Tags: AIBRINInovasikesehatanPasien IGD

Berita Terkait.

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga
Nasional

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, 11 Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:03
Habiburokhman
Nasional

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01
Tilang
Nasional

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47
TNI
Nasional

Pascaputusan MK, DPR RI Desak Revisi UU Peradilan Militer Tak Tunggu 2 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:05
Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu
Nasional

Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Butuh Kesempatan Setara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:04
Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP
Nasional

Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45

OLAHRAGA

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga
Olahraga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34

INDOPOSCO.ID - Suksesnya penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye Live in Jakarta menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah...

SelengkapnyaDetails
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3445 shares
    Share 1378 Tweet 861
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.