INDOPOSCO.ID — Bea Cukai Merauke mempersiapkan dukungan pelayanan dan pengawasan kepabeanan seiring rencana pembukaan koridor perlintasan perbatasan darat yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, Indonesia, dengan Butmabin Border Post, Papua Nugini (PNG). Pembukaan koridor ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas perdagangan lintas batas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi Kabupaten Boven Digoel dan wilayah sekitarnya.
Koridor logistik yang direncanakan menghubungkan Pelabuhan Bade, Pelabuhan Asiki, PLBN Yetetkun, hingga Butmabin Border Post, kemudian menjangkau wilayah Tabubil dan kawasan pertambangan Ok Tedi Mining Limited (OTML) di Papua Nugini. Kebutuhan logistik untuk menunjang kegiatan produksi dan konsumsi di wilayah tersebut berpotensi menciptakan peluang bagi Boven Digoel untuk berkembang sebagai salah satu simpul logistik di kawasan perbatasan.
Kepala Kantor Bea Cukai Merauke, Isa Ramadhan, menyampaikan bahwa kesiapan pelayanan kepabeanan menjadi bagian penting dalam mendukung pemanfaatan konektivitas baru tersebut.
“Pembukaan koridor logistik ini membuka peluang bagi Boven Digoel untuk mengembangkan potensi ekonominya melalui peningkatan arus barang dan aktivitas perdagangan lintas batas. Bea Cukai Merauke siap mendukung persiapan pelayanan dan pengawasan kepabeanan agar kegiatan logistik dapat berjalan lancar, tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, peningkatan arus logistik berpotensi mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan usaha pendukung, seperti transportasi, pergudangan, penyediaan barang dan jasa, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Konektivitas yang lebih baik juga dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengambil bagian dalam rantai pasok lintas batas dan memperluas jangkauan pasar.
Di sisi lain, pembukaan jalur resmi perlu diiringi dengan tata kelola perlintasan barang yang tertib, aman, transparan, dan terawasi. Untuk itu, Bea Cukai Merauke berkoordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS), serta para pemangku kepentingan terkait guna mempersiapkan aspek pelayanan dan pengawasan kepabeanan.
Isa menambahkan, dukungan terhadap konektivitas kawasan perbatasan tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus barang, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan terjaganya kepentingan negara. Kesiapan lintas instansi diperlukan agar potensi ekonomi dari koridor logistik tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan.
Melalui persiapan ini, Bea Cukai Merauke berkomitmen mendukung pengembangan konektivitas logistik di kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Koridor Bade–Asiki–Yetetkun–Butmabin diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung aktivitas ekonomi lintas batas sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Boven Digoel. (ipo)

















