INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman bakal mengevaluasi dua pilar dasar kepolisian menyusul kasus polisi tembak polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Jumat (16/10/2026).
“Ya, sistem rekrutmen entah ideologi, psikologi itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu, ya,” kata Dudung di Jakarta dikutip Selasa (20/10/2026).
Dalam kejadian itu, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (anggota Ditpoludara) meninggal dunia di tempat akibat luka tembak dan senjata tajam. Terduga pelaku berinisial Bharada Andika Rahmadani (AR) yang merupakan rekan sesama anggota Polri.
Penyelidikan awal menunjukkan insiden itu dipicu oleh masalah perundungan terhadap pelaku oleh rekan-rekan seangkatan korban. Mengenai isu perundungan ini, Dudung memastikan pihaknya akan mendalaminya.
“Ya, saya masih cari informasi yang lebih akurat, nanti pasti akan dievaluasi, pasti akan dievaluasi,” ucap Dudung.
Sementara itu, ia turut menyoroti sikap personel yang mengedepankan emosi hingga menimbulkan korban jiwa. Ia menegaskan bahwa setiap anggota yang memiliki masalah seharusnya melapor kepada atasannya.
“Ya, memang kadang-kadang anak-anak di lapangan ya, ini perlu menyikapi lah ya masalah emosi yang harus dikendalikan, sehingga kalau ada masalah-masalah pribadi, harus laporlah kepada atasannya, ya, kepada pimpinannya,” jelas mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu.
Tersangka AR saat ini telah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum pidana serta pemeriksaan kode etik secara intensif.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(dan)

















