INDOPOSCO.ID – Pengendalian banjir di wilayah Jakarta Timur kian diperkuat seiring diresmikannya Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, yang mampu menampung hingga 36.550 meter kubik air.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, selain berfungsi sebagai penampung air, kedua embung tersebut juga dikembangkan menjadi ruang publik bagi masyarakat.
“Embung Batu Bangkong dan Embung Bambu Hitam dibangun sebagai sarana pengendali sumber daya air, sumber air baku, sekaligus ruang interaksi publik,” kata Pramono di Jakarta dikutip Selasa (20/10/2026).
Embung Batu Bangkong dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektare, dengan luas badan air 0,58 hektare dan kapasitas tampungan 20.300 meter kubik. Sementara itu, Embung Bambu Hitam memiliki luas lahan sekitar 2,1 hektare, luas badan air 0,50 hektare, dan kapasitas tampungan 16.250 meter kubik.
Menurutnya, keberadaan embung menjadi salah satu solusi untuk menahan dan menampung air hujan agar tidak langsung membebani sistem drainase dan aliran sungai. Infrastruktur tersebut juga mendukung konservasi air di kawasan sekitarnya.
“Fungsi utama dari embung ini yaitu untuk tempat penampungan air. Jadi bukan kemudian dialirkan, tapi air itu meresap di sini. Sehingga dengan demikian namanya menjadi tempat untuk konservasi,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya saat terjadi hujan atau genangan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan infrastruktur pengendali air, termasuk embung, waduk, dan normalisasi sungai.
“Kita lebih pada pencegahan, sehingga saya minta karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, tetapi saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik,” imbuh mantan Seskab era Presiden ke-7 Joko Widodo itu.
Pramono sebelumnya melakukan peninjauan pembangunan Embung Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Embung Kebagusan dibangun untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung dan diharapkan dapat menekan potensi genangan di kawasan sekitar, terutama yang berkaitan dengan aliran dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.(dan)

















