INDOPOSCO.ID – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan Universitas Tarumanagara (Untar). Kali ini, aksi kemanusiaan Untar hadir di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi pada 28–30 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dikoordinasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni Fakultas Kedokteran (FK) serta Fakultas Psikologi (FPsi) Untar, didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar. Pelayanan difokuskan di sejumlah titik, seperti Pongleko, Bea Mese, dan wilayah kerja Puskesmas Lao.
Di wilayah Pongleko, tim Fakultas Kedokteran Untar memberikan pelayanan kesehatan kepada 136 pasien yang mengeluhkan gangguan pencernaan, ISPA, hingga anemia. Sementara itu, tim Fakultas Psikologi Untar memberikan pendampingan psikososial kepada 90 warga untuk memulihkan trauma mental emosional pascabencana.
Wakil Rektor Untar, Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menerapkan keahlian akademiknya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran perguruan tinggi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap keahlian di bidang kedokteran dan psikologi dapat membantu masyarakat terdampak bencana, baik dalam pemulihan kesehatan fisik maupun psikologis,” ujarnya saat melepas tim pengabdian.
Keterlibatan Untar mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Juru Bicara Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Andi Jemahu, menilai kehadiran tim Untar memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat kesiapan sistem kesehatan daerah dalam menangani dampak psikososial akibat bencana.
Di wilayah Lao, tim Untar menerapkan strategi jemput bola dengan menggelar pemeriksaan kesehatan di rumah ketua RT setempat agar mudah dijangkau oleh kelompok rentan, terutama para lanjut usia (lansia).
Melalui pendekatan tersebut, sebanyak 48 warga berhasil mendapatkan pemeriksaan medis. Perwakilan masyarakat setempat menyambut positif aksi tersebut karena sangat membantu warga lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas menuju fasilitas kesehatan.
“Pelayanan ini sangat membantu warga, terutama para lansia yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap salah seorang perwakilan warga.
Aksi kemanusiaan ini menambah rekam jejak kepedulian Untar yang sebelumnya juga aktif menerjunkan bantuan pada bencana gempa Cianjur (2022), Sumatera Barat (2025), hingga Tegal (2026) sebagai wujud nyata pengabdian perguruan tinggi bagi masyarakat. (srv)

















