• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Kiprah Generasi Muda di Panggung Ekonomi Banten, Saatnya Anak Muda Tak Hanya Jadi Penonton

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21
in Daerah
amal

Mohamad Azzari Jayabaya ketua Kadin Banten. (foto dokumen Indoposco)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID –Jika ada satu keresahan yang hampir selalu muncul di setiap diskusi kepemudaan, maka keresahannya adalah ini: Anak muda sering dianggap belum matang untuk memimpin. Dianggap terlalu cepat, terlalu berisiko, terlalu hijau.

Namun di Banten, narasi itu perlahan dipatahkan. Di sebuah provinsi yang dikenal keras dengan persaingan bisnis dan politiknya, justru seorang anak muda diberi mandat memimpin organisasi pengusaha paling bergengsi,yakni, Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

BacaJuga:

Bukan Sekadar Regenerasi, Anak Muda Banten Didorong Jadi Motor Ekonomi

PLN NP Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar untuk Lebih dari 31 Ribu Warga

EIGER Nature Buka Ruang Kritik, WALHI dan WWF Soroti Kolaborasi Konservasi

Namanya Mohamad Azzari Jayabaya. Usianya baru 30 tahun ketika dilantik sebagai Ketua KADIN Provinsi Banten periode 2022–2027. Ia menjadi Ketua KADIN termuda se-Indonesia saat itu.

Kiprahnya menjadi penanda penting: generasi muda di Banten tidak lagi sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi sudah berada di ruang kemudi.

Bagi Azzari, yang akrab disapa Amal, menjadi muda di pucuk pimpinan bukan soal gagah-gagahan. Justru sebaliknya, itu adalah beban ganda.

Di satu sisi, ia harus membuktikan bahwa anak muda bisa berpikir strategis, membangun jaringan, dan menjaga kepercayaan ribuan pengusaha yang jauh lebih senior darinya. Dari pengusaha baja di Cilegon, properti di Tangerang, hingga UMKM emping di Pandeglang.

Di sisi lain, ia harus menjawab ekspektasi besar dari generasinya sendiri, bahwa bahwa kehadiran anak muda harus membawa perubahan nyata, bukan sekadar pergantian wajah.

“Generasi muda itu bukan pelengkap. Kita adalah kekuatan utama. Kalau kita tidak diberi ruang hari ini, kapan lagi? Kalau kita tidak berani mengambil peran, siapa lagi?” begitu semangat yang selalu ia tularkan kepada pengusaha muda Banten.

Nama Jayabaya di Banten, khususnya di Lebak, adalah nama tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh dan identik dengan kekuasaan, jaringan bisnis, dan politik yang kuat. Ayahnya adalah H. Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak dua periode dan tokoh yang sangat disegani. Sebelumnya, sang ayah juga pernah menduduki kursi yang kini diduduki Amal,yakni Ketua KADIN Banten.

Banyak orang di luar sana mengira jalan Amal adalah jalan tol. Mulus. Karpet merah sudah digelar.

Amal menjawab prasangka itu dengan kerja. Bukan dengan kata-kata.

Sejak kecil, Mulyadi Jayabaya sang ayah tidak mendidik anaknya di dalam menara gading. Ia melempar Amal ke lapangan. Harus merasakan ditolak peternak saat menawar terlalu rendah. Harus merasakan rugi karena salah hitung pakan. Harus merasakan kerasnya bernegosiasi dengan pengepul yang jauh lebih tua.

Kiprah generasi muda seperti Amal tidak lahir dalam semalam. Ia ditempa sejak kecil. Sejak kelas 6 SD, ia sudah belajar berdagang kerbau dan kambing di pelosok Lebak. Untung Rp20 ribu per ekor sudah membuatnya bahagia bukan main. Dari situlah ia belajar arti paling dasar dari kewirausahaan: kemandirian, keberanian menawar, dan menjaga kepercayaan.

Mental itulah yang kemudian ia bawa ke KADIN. Di tangannya, KADIN Banten tidak lagi tampil sebagai organisasi eksklusif yang hanya berkumpul di hotel mewah. Ia membawanya turun ke bawah, ke saung-saung UMKM, ke sentra industri kecil, ke panti asuhan, ke pesantren dan ke kelompok tani.

Tagline yang ia usung, “Inklusif dan Kolaboratif”, menjadi napas baru. Inklusif berarti KADIN harus terbuka untuk semua skala usaha, dari UMKM hingga konglomerat. Kolaboratif berarti KADIN harus menjadi mitra pemerintah, bukan pesaing, untuk memastikan investasi datang, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi daerah tumbuh.

Itulah cara pandang generasi muda, tidak lagi sektoral dan elitis, melainkan terbuka dan berbasis kolaborasi.

Tentu, jalan generasi muda tidak selalu mulus. Godaannya banyak. Ada yang cepat puas, ada yang terjebak dalam seremoni, ada yang lebih sibuk membangun citra ketimbang membangun dampak.

Amal menyadari itu. Karena itu, ia selalu menekankan tiga hal kepada pengusaha muda Banten yang kini mulai tumbuh:

Pertama, integritas. Anak muda boleh miskin pengalaman, tapi tidak boleh miskin integritas. Kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis.

Kedua, kapasitas. Usia muda harus diimbangi dengan kemauan belajar yang gila-gilaan. Belajar teknologi, belajar pasar, belajar regulasi. Dunia usaha hari ini berubah sangat cepat.

Ketiga, keberpihakan. Pengusaha muda tidak boleh hanya memikirkan keuntungan pribadi. Ia harus memikirkan dampak sosialnya. Seberapa banyak lapangan kerja yang ia buka? Seberapa banyak UMKM yang ia rangkul?

“Kiprah generasi muda itu akan dinilai bukan dari seberapa keras ia bicara di podium, tapi seberapa nyata kerja yang ia tinggalkan di lapangan,” ujar salah satu kolega KADIN Banten.

Kehadiran Mohamad Azzari Jayabaya di KADIN Banten menjadi simbol bahwa regenerasi adalah sebuah keniscayaan, bukan pilihan.

Banten sebagai provinsi dengan bonus demografi yang besar tidak bisa terus dipimpin dengan cara-cara lama. Dibutuhkan energi baru, cara berpikir baru, dan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap teknologi dan perubahan pasar.

Generasi muda seperti Amal adalah jembatan. Ia memahami bahasa akar rumput karena ia tumbuh dari bawah. Ia juga memahami bahasa korporasi dan investasi karena ia berada di puncaknya.

Dan yang terpenting, ia memberi harapan bahwa anak muda daerah pun bisa. Tidak harus menunggu tua untuk berkarya, tidak harus menunggu dari Jakarta untuk diakui.

Kiprah generasi muda di Banten baru saja dimulai. Dan dari Lebak, dari seorang bocah penjual kerbau Rp20 ribu, kisah itu ditulis dengan tinta emas, bahwa ketika anak muda diberi kepercayaan, ia tidak hanya akan menjaga estafet, ia akan berlari lebih jauh. (yas)

Tags: Ekonomi Bantengenerasi mudaKadin

Berita Terkait.

Bukan Sekadar Regenerasi, Anak Muda Banten Didorong Jadi Motor Ekonomi
Daerah

Bukan Sekadar Regenerasi, Anak Muda Banten Didorong Jadi Motor Ekonomi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:11
PLN NP Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar untuk Lebih dari 31 Ribu Warga
Daerah

PLN NP Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar untuk Lebih dari 31 Ribu Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:47
EIGER Nature Buka Ruang Kritik, WALHI dan WWF Soroti Kolaborasi Konservasi
Daerah

EIGER Nature Buka Ruang Kritik, WALHI dan WWF Soroti Kolaborasi Konservasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:12
4 Petugas Karhutla di Bromo Gugur Saat Bertugas, BNPB: Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Daerah

4 Petugas Karhutla di Bromo Gugur Saat Bertugas, BNPB: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:29
Metranet Kawinkan Inovasi Digital dan Aksi Sosial, Perkuat Gerakan Cegah Stunting
Daerah

Metranet Kawinkan Inovasi Digital dan Aksi Sosial, Perkuat Gerakan Cegah Stunting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03
Pasokan Pertalite untuk Manado Diperkuat, Pertamina Atur Distribusi hingga SPBU
Daerah

Pasokan Pertalite untuk Manado Diperkuat, Pertamina Atur Distribusi hingga SPBU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:47

OLAHRAGA

Zaskia Putri Salurante
Olahraga

Zaskia Salurante Ukir Prestasi di Polandia, FORKI Soroti Pentingnya Jam Terbang Internasional

Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Meraih medali dunia bukan perkara semalam. Bagi karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, podium ketiga nomor kata perorangan...

SelengkapnyaDetails
Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:39
Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59
gp

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2575 shares
    Share 1030 Tweet 644
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1139 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1062 shares
    Share 425 Tweet 266
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.