INDOPOSCO.ID – Derasnya arus informasi di media sosial membuat peran media profesional semakin penting. Di tengah banjir konten dari TikTok, Facebook hingga Instagram, media dituntut tidak sekadar cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memastikan publik memperoleh berita yang benar dan mencerdaskan.
Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) DKI Jakarta, Benyamin Patondok, menilai perusahaan media memiliki tanggung jawab besar untuk mengambil bagian dalam memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Kondisi itu sekaligus menuntut wartawan semakin berani menjaga kualitas jurnalistik dengan berpijak pada fakta.
“Wartawannya harus berani menyampaikan kebenaran. Harus berani memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Benyamin juga menyoroti pentingnya peran media dalam membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi pengguna aktif berbagai platform digital. Menurut dia, media harus ikut memperkuat literasi agar masyarakat mampu membedakan informasi yang valid dengan kabar palsu.
“Sebagai pemilik media, menurut saya kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda, mengenai media,” jelasnya.
Tak hanya menyangkut fungsi jurnalistik, Benyamin mendorong JMSI memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun jejaring yang lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut dapat dimulai melalui rapat kerja untuk menyusun agenda organisasi dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Yang pertama, kita bikin raker. Yang kedua, kita bangun komunikasi dengan semua pihak. Dan yang ketiga, yang paling strategis, semua anggota jejaring harus membangun kekuatan,” tutur Benyamin.
Ia menilai JMSI sebagai bagian dari elemen masyarakat memiliki posisi strategis untuk ikut mengambil peran dalam berbagai dinamika kebangsaan.
Karena itu, media dinilai tidak bisa berjalan sendirian. Kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum hingga lembaga legislatif perlu diperkuat agar fungsi media dalam mengawal kepentingan publik semakin efektif.
“Kita ketemu dengan pihak jaksa, kita ketemu dengan pihak pemerintah. Kita juga bisa bertemu dengan ketua DPRD. Ini penting dan strategis,” terangnya.
Benyamin menegaskan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan tanggung jawab media. Menurutnya, meski lanskap informasi terus berubah, media tetap memiliki fungsi fundamental dalam membangun bangsa.
“Peran media ini sangat strategis dalam membangun bangsa,” tambahnya. (her)
















