• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Yayasan Al Qohhar Ringankan Beban Anak Yatim, Santunan hingga Fasilitas Pendidikan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 5 Oktober 2026 - 09:09
in Megapolitan
qonhar

Penerima manfaat santunan Yayasan Al Qohhar. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anak yatim piatu jangan sampai menjadi korban ketidakadilan, apalagi diperlakukan semena-mena oleh orang terdekatnya sendiri. Pesan tegas itu disampaikan Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono yang menyatakan siap berada di garis depan melindungi anak-anak binaannya, usai menyalurkan bantuan di Yayasan Al Qohhar di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Minggu (4/10/2026).

Kartono menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan anak yatim piatu menjadi korban perundungan (bullying) maupun kehilangan hak atas aset yang semestinya menjadi milik mereka.

BacaJuga:

Lawan Hoaks di Tengah Banjir Informasi, JMSI Jakarta Tekankan Peran Strategis Media

Hari Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Viral Petasan Maulid Dinyalakan Dini Hari, Pramono Minta Acara Dibatasi

Menurut dia, masih ditemukan kasus anak yatim piatu yang justru diperlakukan tidak adil oleh kerabat sendiri. Mulai dari perebutan hak atas tanah hingga diperlakukan layaknya pembantu di rumah.

“Kalau anak yatim piatu tanahnya disita sama kerabatnya lalu dijadikan kacung, itu tidak boleh. Makanya kita siapkan pengacara, polisi, dan jaksa. Anak-anak saya tidak boleh diinjak-injak,” tegasnya.

Al Qohhar, lanjut Kartono, menyebut telah membantu lebih dari tujuh anak memperjuangkan kembali hak atas tanah yang sebelumnya dikuasai pihak lain. Perlindungan tersebut, kata dia, bukan sekadar memberikan bantuan hukum. Yayasan juga ingin memastikan anak-anak binaan memiliki masa depan yang mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Bagi anak binaan yang telah menyelesaikan pendidikan SMA, masih ujar Kartono, Al-Qohhar menyiapkan sejumlah pilihan. Mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi akan mendapatkan dukungan untuk berkuliah, termasuk mengejar cita-cita menjadi dokter maupun pengacara.

Sementara bagi mereka yang ingin langsung bekerja, yayasan membuka akses pelatihan di bidang perhotelan. Program tersebut terhubung dengan jaringan tenaga kerja internasional, termasuk peluang penempatan kerja di Eropa dan Singapura.

“Mau kuliah boleh, jadi dokter atau pengacara kita dukung, mau langsung kerja pun kita dukung. Kalian tidak ada utang sama Al Qohhar, ini kewajiban kami,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Haji Robert Nitiyudo Wachjo mengingatkan para binaan agar tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi. Mereka diminta terus bersyukur, meningkatkan ibadah dan membiasakan diri berdoa dengan penuh penghayatan.

“Pesannya sederhana, pendidikan harus jalan, masa depan harus disiapkan, tetapi hubungan dengan Tuhan juga tidak boleh ditinggalkan,” ucapnya.

Ia juga berpesan, kerinduan kepada orang tua yang telah meninggal dunia sering kali hanya berujung pada air mata. Namun, ia mengajak anak-anak yatim piatu mengubah rasa kehilangan itu menjadi sesuatu yang lebih bermakna, dengan mendekatkan diri kepada Allah dan mencintai Al-Qur’an.

Ia mengatakan, rasa rindu kepada orang tua seharusnya tidak berhenti pada kesedihan, tetapi diwujudkan dalam amal dan ibadah. “Kalau kalian kangen sama orang tua, jangan cuma kangen terus menangis, nggak ada gunanya! Kangen itu harus berinisiatif, ‘Aku mau membebaskan orang tuaku dari siksa kubur,’ nah itu baru benar,” tegasnya.

Ia juga mendorong anak-anak yatim piatu untuk belajar mencintai Allah sekaligus mendalami Al-Qur’an. Menurutnya, menjadi penghafal Al-Qur’an memiliki keutamaan besar, termasuk terkait syafaat bagi keluarga. “Itu bisa menyelamatkan ibu bapaknya, totalnya sampai 10 orang langsung ke surga,” ujarnya.

Dalam pesannya tersebut, Robert juga menyoroti persoalan kekhusyukan dalam salat. Ia mengingatkan agar ibadah tidak sekadar dilakukan sebagai rutinitas fisik atau kewajiban yang hanya berhenti di lisan.

Menurut dia, salat membutuhkan keterlibatan hati dan pikiran. Sebab, ketika tubuh mengerjakan gerakan salat, sementara pikiran justru berkelana ke berbagai hal, kualitas penghayatan ibadah menjadi persoalan.

“Obatnya itu zikir dan Al-Qur’an. Kalau cuma di lisannya doang salat, di mulut doang, tapi di hatinya enggak salat, pikirannya mikirin yang lain-lain, akhirnya apa? Berdosa,” ungkapnya.

Untuk mencapai kekhusyukan, ia mengajak untuk memadukan zikir batin dengan gerakan jasad. Hati dan ruh, kata dia, harus terhubung dalam zikir ketika tubuh menjalankan gerakan serta bacaan salat. “Kalau kalian bisa begitu, rezeki dari surga turun, nggak bakal susah,” ujarnya.

Kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak yatim terus diwujudkan Yayasan Al Qohhar melalui program pembinaan dan santunan rutin. Tak sekadar memberikan bantuan tunai, yayasan juga memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak binaan, mulai dari biaya sekolah, les, kursus, hingga perangkat penunjang belajar.

Program tersebut dirasakan langsung sejumlah anak binaan yang tersebar di wilayah Depok dan Tangerang Selatan. Bantuan yang diberikan menjadi penopang bagi mereka untuk tetap fokus menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Salah satunya Anaya Syakira Abimanyu, 12, siswi kelas VII SMP Dharma Karya UT Pamulang. Anaya telah menjadi anak binaan sejak Agustus 2024. Sebagai anak yatim piatu, bantuan yang diterimanya dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan pribadinya.

“Alhamdulillah saya sudah diberi bantuan bayar SPP, les, kursus bahasa Inggris, sampai kebutuhan pribadi seperti handphone dan laptop untuk mengerjakan tugas sekolah,” ujar Anaya kepada indoposco.id, Minggu (4/10/2026).

Ia menuturkan, dana tersebut diserahkan langsung kepada anak binaan untuk membantu kebutuhan sekolah dan les. Selain bantuan rutin, fasilitas penunjang seperti laptop dan handphone juga diberikan berdasarkan kebutuhan dan pengajuan dari anak binaan.

Hal serupa dirasakan Zahra, 16, siswi SMAN 10 Depok. Zahra bergabung sebagai anak binaan sejak September 2023, saat masih duduk di bangku SMP. Hingga kini, dia menerima santunan dari Yayasan Al Qohhar.

“Alhamdulillah banget, sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari, uang jajan aku dan adik-adik, sampai bayar operasional motor,” kata Zahra.

Yayasan Al Qohhar juga membantu kebutuhan mobilitas Zahra dengan memberikan sepeda motor dan ponsel pintar. Fasilitas tersebut diberikan setelah pengajuan disetujui yayasan.

“Motor ini buat kebutuhan sekolah. Karena di negeri tidak bayar SPP, santunannya dipakai buat bantu uang jajan bertiga sama kakak dan adik,” tuturnya.

Bantuan serupa juga dirasakan Mitshana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Al Hasra asal Bojongsari. Anak yatim yang menjadi binaan Yayasan Al Kohar sejak 2022 itu memperoleh santunan setiap bulan.

Menurut Mitshana, santunan tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Sebagian bantuan juga dimanfaatkan bersama ibunya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Uangnya dipakai berdua sama Mama. Sangat membantu, jadi uang jajan tidak minta Mama lagi,” ungkapnya.

Selain santunan bulanan, Mitshana tahun ini memperoleh sepeda motor dan laptop untuk menunjang aktivitas sekolah. Fasilitas tersebut membuat aktivitas pendidikan dan mobilitasnya menjadi lebih mudah.

Program Yayasan Al Qohhar tidak berhenti pada pemberian bantuan materi. Perkembangan pendidikan dan prestasi anak binaan juga menjadi perhatian melalui evaluasi secara berkala.

“Pihak yayasan memantau nilai serta pencapaian akademik maupun nonakademik para siswa. Koordinator juga ditempatkan di setiap wilayah untuk memastikan perkembangan anak binaan tetap terpantau,” kata Mitshana.

Selain itu, menurutnya, anak-anak binaan mendapatkan berbagai fasilitas pengembangan diri secara gratis. Di antaranya kursus bahasa Inggris, pelatihan seni bela diri jujutsu, hingga olahraga renang.

“Pembinaan juga menyentuh aspek mental dan spiritual. Setiap bulan digelar pertemuan tatap muka yang diisi dengan ceramah agama, pembacaan zikir, serta hafalan Asmaul Husna,” ungkapnya.

Pola pembinaan tersebut, dikatakan dia, diharapkan tidak hanya membantu anak yatim menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian mereka.

Para anak binaan pun memiliki cita-cita masing-masing. Zahra berencana bekerja terlebih dahulu setelah lulus SMA sebelum melanjutkan kuliah. Sementara Mitshana masih menyimpan impian untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk berharap dapat menembus Institut Pertanian Bogor (IPB). (nas)

Tags: anak yatimpendidikansantunanYayasan Al Qohhar

Berita Terkait.

Benyamin Patondok
Megapolitan

Lawan Hoaks di Tengah Banjir Informasi, JMSI Jakarta Tekankan Peran Strategis Media

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:35
Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Sumba, Hiposenter Dikategorikan Dangkal
Megapolitan

Hari Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:49
Pramono Anung
Megapolitan

Viral Petasan Maulid Dinyalakan Dini Hari, Pramono Minta Acara Dibatasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:14
pram
Megapolitan

Pramono Denda 29 Perusahaan Pengangkut Sampah Rp10 Juta per Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:04
cuaca
Megapolitan

Awal Pekan Cuaca di Jakarta Bervariatif, Dari Hujan Hingga Berawan

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:27
Hujan
Megapolitan

Libur Akhir Pekan, Cuaca di Jakarta Didominasi Hujan Hingga Berawan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40

OLAHRAGA

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia
Olahraga

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Editor Laurens Dami
Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

INDOPOSCO.ID - Pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia John Herdman mengungkapkan alasan menunjuk para pemain belakang skuad Garuda untuk mengeksekusi tendangan...

SelengkapnyaDetails
Ole Romeny

Ole Romeny Rasakan Arti Istimewa Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:17
Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Sumba, Hiposenter Dikategorikan Dangkal

BRI Dukung Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:09
Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:53
120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2710 shares
    Share 1084 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1208 shares
    Share 483 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    936 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.