INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman langsung tancap gas menjalankan tugas usai menerima tongkat estafet dari Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Sejumlah agenda strategis langsung menjadi perhatian Dudung, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), stabilitas politik dan keamanan, hingga situasi di Papua.
Dudung mengatakan, dirinya telah mendapat arahan Presiden agar kondisi politik dan keamanan nasional ke depan semakin kondusif. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam menjalankan berbagai agenda tersebut.
“Sebagai pejabat baru Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, tentunya banyak tugas yang akan lebih menantang ke depan. Saya sudah mendapat arahan dari Presiden agar situasi ke depan semakin kondusif,” ujar Dudung dalam keterangan, Selasa (6/10/2026).
Salah satu pekerjaan yang bakal dikebut adalah penanganan karhutla. Dudung menyebut persoalan tersebut menjadi prioritas dalam waktu dekat. Dia akan segera menggelar rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait sebelum turun langsung meninjau lokasi terdampak.
“Pak Djamari tadi menyampaikan kepada saya bahwa yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah karhutla. Karena itu, dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rakor dengan kementerian terkait dan sesegera mungkin meninjau ke lokasi,” katanya.
Di sektor politik, Dudung menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setiap dinamika politik harus disikapi dengan mengedepankan supremasi hukum, termasuk menghormati keputusan lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi (MK).
Dudung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Dia memastikan koordinasi dengan Polri, Kejaksaan hingga pimpinan partai politik akan dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali.
“Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam. Supremasi hukum harus ditegakkan,” tegasnya.
Sementara untuk Papua, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif. Strategi merebut hati rakyat, pendekatan kultural dan pembinaan teritorial dinilai lebih penting dalam menciptakan keamanan jangka panjang di wilayah tersebut.
Dudung menegaskan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan Panglima TNI. Operasi dengan kekerasan, kata dia, hanya dilakukan secara terbatas terhadap sasaran tertentu, sedangkan pendekatan kepada masyarakat menjadi prioritas utama.
“Pendekatan kepada hati, merebut hati rakyat, kemudian operasi teritorial juga lebih dikedepankan. Pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan merebut hati rakyat, pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Djamari Chaniago yang menjabat Menko Polkam periode 2025–2026 menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Dudung. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kemenko Polkam yang telah mendukungnya selama menjalankan tugas.
“Selamat melaksanakan tugas. Saya hanya bisa menyampaikan doa, semoga tugas Menko Polkam yang cukup besar, luas, dan berat bisa Pak Dudung selesaikan, dan saya yakin Bapak bisa,” ujar Djamari.
Diketahui, sertijab dan lepas sambut tersebut turut dihadiri Wakil Menko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta jajaran pejabat dan pegawai Kemenko Polkam. (nas)
















