• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

33 Ribu Spesimen Karangsambung Jadi Laboratorium Alam, BRIN Bongkar Jejak Bumi hingga Ancaman Gempa

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07
in Nasional
Ilustrasi koleksi geologi Karangsambung. Foto: Dok BRIN

Ilustrasi koleksi geologi Karangsambung. Foto: Dok BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas di Kawasan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, terus dimaksimalkan pemanfaatannya oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Puluhan ribu koleksi batuan tersebut tidak sekadar menjadi benda yang tersimpan di ruang koleksi. BRIN menjadikannya sebagai “laboratorium alam” untuk membaca sejarah bumi, mengungkap pergerakan tektonik purba, sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana di Indonesia.

BacaJuga:

Mendiktisaintek Perkuat Ekosistem Talenta Unggul Lewat Sekolah Garuda

Suahasil Kukuhkan 17 Pejabat Kemenkeu, Target APBN 2026 Jadi Sorotan

Perkuat Inklusi Investasi Digital, Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Peluncuran Open Bundling Emas

PIC Fungsi Layanan Koleksi Ilmiah, KKI Geodiversitas Sukendar Asikin, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Kristiawan Widiyanto mengatakan, batuan yang tersingkap di kawasan Karangsambung merupakan arsip penting untuk memahami evolusi bumi.

“Jika sejarah manusia ditulis dalam buku, maka sejarah bumi di Karangsambung ditulis dalam batuan,” kata Kristiawan dalam Webinar Koleksi Ilmiah, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, penelitian terhadap koleksi batuan dilakukan secara menyeluruh. Prosesnya dimulai dari pengamatan megaskopis untuk melihat karakter fisik batuan secara langsung, kemudian dilanjutkan dengan analisis mikroskopis dan geokimia di laboratorium.

Dari proses tersebut, peneliti dapat mengungkap rekaman lingkungan bumi pada masa lampau. “Kita bisa melihat yang sebenarnya bukan hanya sekadar batu, tetapi kita sedang membaca rekaman perjalanan bumi yang ada di kawasan Karangsambung ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, batuan sedimen yang pada awalnya terbentuk dalam lapisan horizontal dapat mengalami perubahan akibat tekanan dan gaya dari dalam bumi.

Ia menambahkan, gaya endogen tersebut dapat mematahkan dan menggeser batuan. Rekaman perubahan itu menjadi informasi penting bagi peneliti kebencanaan untuk memahami struktur geologi serta potensi wilayah rawan bencana.

“Ini yang biasa dilihat oleh teman-teman yang bergerak di bidang kebencanaan. Hal itu akan membantu melihat bahwa ini adalah zona-zona patahan, zona-zona yang bergerak, atau yang biasa kita rasakan salah satunya adalah peristiwa gempa bumi,” jelasnya.

Tak hanya berkaitan dengan sejarah bumi dan mitigasi bencana, koleksi geodiversitas Karangsambung juga memiliki nilai strategis dalam pemetaan potensi sumber daya.

Kristiawan menyebut batuan menyimpan kandungan mineral dan bahan galian yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari industri dan konstruksi hingga material berteknologi tinggi.

“Di dalam batuan-batuan tersebut terdapat mineral, bahan galian yang dapat dikembangkan sebagai industri, konstruksi, ataupun benda-benda berteknologi tinggi,” tuturnya.

Ia mengatakan, Karangsambung memiliki posisi penting dalam kajian evolusi geologi Indonesia. Kawasan tersebut menyimpan rekaman proses pembentukan Pulau Jawa yang berkaitan dengan zona subduksi benua.

Lebih jauh ia mengungkapkan, berbagai spesimen menjadi bukti penting perjalanan geologi tersebut. Di antaranya fosil Radiolaria yang ditemukan pada batu rijang laut dalam, Sekis Mika yang diperkirakan berumur sekitar 117–125 juta tahun, serta batuan beku intrusi diabas dan lava bantal (pillow lava).

“Kekayaan geologi ini membuat Karangsambung sejak lama menjadi kawasan penting bagi pendidikan dan penelitian ilmu kebumian. Sejak 1964, kawasan ini telah dimanfaatkan sebagai kampus lapangan ilmu kebumian,” terangnya.

Ia menegaskan, status konservasinya pun terus diperkuat. Karangsambung-Karangbolong ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018. Kawasan tersebut kemudian menjalani proses penilaian UNESCO pada 2024 dan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Ia memastikan kekayaan koleksi geodiversitas tersebut tidak berhenti sebagai arsip ilmiah. Koleksi itu diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kristiawan mengatakan, koleksi geologi Karangsambung dapat dimanfaatkan sebagai sumber data penelitian sekaligus sarana pembelajaran bagi berbagai kalangan.

“Saya berharap, koleksi geologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk penelitian serta media pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya. (nas)

Tags: BRINgeologi

Berita Terkait.

33 Ribu Spesimen Karangsambung Jadi Laboratorium Alam, BRIN Bongkar Jejak Bumi hingga Ancaman Gempa
Nasional

Mendiktisaintek Perkuat Ekosistem Talenta Unggul Lewat Sekolah Garuda

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:05
Suahasil Kukuhkan 17 Pejabat Kemenkeu, Target APBN 2026 Jadi Sorotan
Nasional

Suahasil Kukuhkan 17 Pejabat Kemenkeu, Target APBN 2026 Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:37
Perkuat Inklusi Investasi Digital, Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Peluncuran Open Bundling Emas
Nasional

Perkuat Inklusi Investasi Digital, Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Peluncuran Open Bundling Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:47
33 Ribu Spesimen Karangsambung Jadi Laboratorium Alam, BRIN Bongkar Jejak Bumi hingga Ancaman Gempa
Nasional

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:27
MUI dan Akademisi Dukung Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 Tanpa Penundaan
Nasional

MUI dan Akademisi Dukung Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 Tanpa Penundaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:04
Bea Cukai Kediri Ungkap Peredaran Rokok Ilegal dengan Modus Motor Modifikasi
Nasional

Kasus Lapas Mewah Cibinong: 17 Pegawai Disanksi, Kalapas Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34

OLAHRAGA

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda
Olahraga

Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

Editor Juni Armanto
Senin, 5 Oktober 2026 - 18:53

INDOPOSCO.ID – Jay Idzes mungkin tidak akan berdiri di atas lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Timnas Indonesia...

SelengkapnyaDetails
120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17
Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:05
bolaa

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24
asian

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Ungkap Kunci Sukses Tim Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:32

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3899 shares
    Share 1560 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2708 shares
    Share 1083 Tweet 677
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1201 shares
    Share 480 Tweet 300
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.