INDOPOSCO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengatakan, siswa salah satu sekolah SMP Negeri di Pulogadung, Jakarta Timur, berinisial FS tidak mengalami masalah perundungan sebelum ditemukan meninggal dunia yang diduga bunuh diri di kawasan Jalan Poncol Atas, Selasa (29/9/2026).
“Enggak ada (bullying), karena begitu itu yang kemarin kami langsung cek itu ke sekolahnya, ini anak ini bagaimana historinya di sekolah. Ternyata keterangannya baik. Enggak pernah ada masalah juga ini anak di sekolah,” kata Humas Disdik DKI Jakarta kepada INDOPOSCO melalui telepon di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Jika terjadi perundungan, pihaknya mengklaim mampu menanganinya dengan cepat karena telah menyediakan layanan pengaduan resmi berbasis WhatsApp. Layanan itu bertujuan memastikan terciptanya budaya sekolah yang inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Kalau misalnya ada bullying, itu kan sebetulnya kami dari Dinas Pendidikan itu sudah menyediakan call center ‘Sekolah Aman dan Nyaman’ ya,” ucap Humas Disdik DKI Jakarta yang enggan disebutkan namanya.
Fasilitas aduan berupa WhatsApp Center “Sekolah Aman Nyaman” selalu terbuka untuk guru maupun siswa yang ingin menyampaikan laporan. Kendati demikian, pihaknya menegaskan kembali bahwa korban tidak memiliki masalah di sekolah.
“Kami pastikan kembali kemarin anak (korban) ini tidak ada masalah di sekolah,” ujarnya.
Selain itu, hasil penelusuran pihaknya tidak menunjukkan adanya perubahan sikap pada korban sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
“Yang pasti setelah kami telusuri, siswa itu historinya di sekolah sangat baik. Dia tidak ada masalah dengan teman-temannya. Iya, karena kami langsung cek kan ke sekolahnya,” jelasnya.
Saat ini, Disdik DKI menyerahkan sepenuhnya penyelidikan penyebab pasti kematian korban kepada pihak kepolisian dan tim Inafis yang saat ini tengah bekerja.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan, mayat korban ditemukan masih mengenakan seragam sekolah putih biru dan membawa tas atau peralatan sekolahnya. Korban pertama kali ditemukan oleh petugas PPSU.
“Menurut keterangan saksi, saat akan istirahat sebagai Petugas PPSU bernama Dedi pukul 11.30 Wib, mendapat informasi dari pemulung yang sedang mencari barang barang bekas di pinggir kali ada mayat katanya,” tutur Made terpisah di Jakarta, Rabu (30/9/2026). (dan)
















