INDOPOSCO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan produksi narkotika jenis etomidate yang dikemas menyerupai produk rokok elektrik.
Pengungkapan kasus itu bermula dari penggerebekan sebuah rumah di kawasan perumahan elite PIK 2, Tangerang, yang diduga dijadikan clandestine lab untuk memproduksi cartridge etomidate dan mengamankan 1 orang pelaku WN China Berinisial CF (27)
Polisi juga menyita 1.008 cartridge berisi etomidate yang disebut siap diedarkan, bahan baku dan perisa, serta 12.000 cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Nasriadi mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Operasi Nila Jaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 9 September hingga 23 September 2026.
Dalam pengembangan kasus etomidate, penyidik menemukan adanya aktivitas produksi yang berlangsung hingga sekitar dua bulan. Polisi kini masih menelusuri pihak lain yang diduga berada di balik jaringan tersebut.
“Yang paling menjadi perhatian kita adalah banyaknya beredar cartridge etomidate yang mengandung narkotika yang sangat berbahaya. Dan kita, Polres Jakarta Barat, telah mengungkap pabriknya atau labnya untuk pembuatan etomidate tersebut untuk disebarkan di wilayah Indonesia,” kata Nasriadi di Polres Metro Jakarta Barat, Pesing, Jakarta Barat, Jumat (2/10/2026).
Dari lokasi clandestine lab, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan adanya aktivitas produksi, bukan sekadar penyimpanan atau distribusi.
Ia merinci, barang bukti yang diamankan antara lain 2.457 gram ganja, 165,15 gram sabu, serta 125,8 gram tembakau sintetis. Polisi juga menyita 62 botol cairan sintetis, 1.008 cartridge berisi etomidate yang disebut siap diedarkan, serta bahan perisa dengan berbagai rasa.
Selain itu, terdapat puluhan ribu cartridge kosong yang diduga akan digunakan untuk menampung cairan etomidate. Menurut Nasriadi, bahan dan peralatan yang ditemukan di lokasi dapat digunakan untuk memproduksi jauh lebih banyak cartridge.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, bahan perasa yang ditemukan diperkirakan dapat diracik menjadi sekitar 20.000 cartridge.
“Kalau botol itu dibuat racik akan menghasilkan 20.000 cartridge etomidate, bayangkan, bisa menghasilkan 20.000 cartridge. Kemudian ada puluhan ribu cartridge kosong yang siap untuk dimasukkan cairan-cairan tersebut,” ujar Nasriadi.
Salah satu perhatian utama polisi adalah cara etomidate tersebut dipasarkan. Produk dikemas dalam bentuk cartridge yang secara fisik menyerupai perangkat atau komponen rokok elektrik. (dan)















