• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Purbaya DJuamputh

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 16 September 2026 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Budaya kita ternyata sudah setara dengan Amerika: memberhentikan seseorang cukup lewat telepon. Sangat efisien: Anda diberhentikan. Titik. Tidak perlu ada alasan yang bisa didengar oleh yang diberhentikan. Itu sepenuhnya otoritas yang memberhentikan.

Pakai cara apa pun toh hasilnya sama: diberhentikan. Lebih baik cepat diberitahu daripada kepikiran berlama-lama.

BacaJuga:

Taruna Kelapa

ArtSubs Rambat

Palung Langit

Misalkan Senin siang kemarin itu. Bisa saja dengan cara yang lebih ”manusiawi”. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa diberi kesempatan dulu untuk menyelesaikan paparan di pleno DPD.

Secarik memo berisi pesan telepon dari mensesneg itu cukup diberikan ke pimpinan sidang. Setelah membaca isinya pimpinan sidang minta agar Purbaya mempersingkat paparan.

Setelah paparan selesai barulah pimpinan sidang menyerahkan memo itu ke Purbaya. Isinya bukan pemberitahuan bahwa Purbaya diberhentikan tapi agar menkeu segera ke istana.

Paparan pun dipersingkat. Sidang ditutup. Purbaya bergegas ke istana: 30 menit bisa sampai di istana. Di situ Purbaya menemui mensesneg. Tidak akan makan waktu lama. Bisa hanya lima menit. Bisa langsung to the point: Presiden memutuskan mengangkat menteri keuangan yang baru menggantikan Anda. Cukup begitu.

Lalu SK pemberhentian diserahkan.

Rasanya, biar pun pakai cara itu tidak akan menghambat penggantian. Paling hanya tertunda satu jam.

Kesannya akan jauh lebih baik dari yang terjadi Senin lalu (baca komentar pilihan dari perusuh Disway Agus Soeryonegoro di bawah tulisan ini).

Tapi memang ”kesan” hanyalah sebuah basa-basi. Bangsa ini sudah terlalu gawat dalam berbasa-basi. Salam di awal pidato saja misalnya sampai tujuh macam. Bahkan sejak Presiden Prabowo menjadi delapan macam –ada salam ala Kristen dan ada salam ala Katolik. Semoga saja tidak ada tuntutan yang sama untuk membedakan salam Islam NU dan Muhammadiyah.

Tentu ini sebuah paradoks: dalam memberi salam begitu penuh basa-basi. Tapi dalam memberhentikan orang lewat telepon. Tidak ada yang salah. Masih lebih sopan dibanding beberapa laki-laki yang menceraikan istri lewat WA.

Kalau misalkan yang diberhentikan dengan cara itu adalah saya, saya pun bisa menerima. Saya anggap sama dengan diberhentikan dengan cara penuh basa-basi.

Purbaya mungkin juga punya perasaan yang sama. Purbaya kan lama tinggal di Amerika. Sudah biasa melihat kejadian seperti itu. Buktinya tidak ada reaksi yang berlebihan atas pemberhentiannya. Purbaya justru bisa menjadi menteri keuangan yang sebenarnya setelah diberhentikan: sangat pelit bicara.

Yang menarik justru sebuah akun fanbase Purbaya yang viral di medsos. Singkat. Abu-abu. Sulit ditafsirkan arahnya. Tapi ada kandungan lucunya yang menjadi gaya khas Purbaya selama menjadi menteri.

Sore itu akun fanbase itu posting wajah tersenyum Purbaya dalam baju batik dan celana hitamnya. Tanpa pidato. Tanpa ucapan kata-kata. Hanya ada teks tiga kata dalam captionnya: “Sudah siap belum?”

Ketika ada netizen yang bertanya apakah Purbaya sudah siap memberikan kejutan, reaksinya juga sulit ditafsirkan. Akun itu hanya menjawab dengan enam huruf: hehehe.

Satu-satunya yang bisa ditafsirkan adalah suara background musik di balik medsos itu: lagu Wasap Mamen dari penyanyi Djuamputh dan Andi Mbendol.

Lagu itu memang lagi hype belakangan ini –meski saya sendiri baru tahu setelah dijadikan ilustrasi postingan Purbaya. Saya pun tidak tahu siapa DJuamputh dan Andi Mbendol.

DJuamput sangat mirip dengan bunyi sumpah serapahnya Arek Suroboyo. Mbendol juga dekat dengan istilah Jawa ”mbendol mburi”: kelihatannya gampang di awal ternyata penuh persoalan di bagian akhirnya.

Nama asli Andi Mbendol adalah Rizky Andi Putra. Anak Yogyakarta ini memang kreatif. Lagu ciptaannya banyak, umumnya remix koplo Jawa. Misalnya Tresno Tekane Mati, Ayang Ayang, Minggato, Lalekno Aku, dan Maturnuwun.
—
Dari background lagu Wasap Mamen tidak bisa diterjemahkan apa maksudnya. Ups… Ada. Sedikit. Saya cari teks lagu DJuamput itu: “Jane pengen sambat karo kancaku, tak rewangi mburuh nganti raono wektu”.
Artinya dalam. Anda sudah tahu: “Sebenarnya ingin curhat kepada temanku, saya belain menjadi buruh sampai tidak punya waktu”.

Teks berikutnya dari lagu itu: “Wes rausah kakean protes, maju terus”. Artinya: Sudahlah tidak perlu terlalu banyak protes, maju terus”.

Kalau itu cermin sikap pribadi Purbaya, maka berarti Purbaya sudah bisa menerima pemberhentiannnya itu. Tapi apa makna ”maju terus”. Tidak ada yang tahu.

Kemunculan kedua Purbaya terjadi keesokan harinya: di acara serah terima jabatan. Purbaya tidak mau membacakan teks pidato yang sudah disiapkan –tapi itu sudah jadi kebiasaan lamanya: tidak bermakna apa-apa. Ia hanya pidato singkat mengucapkan terima kasih. Selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada menkeu yang baru: Prof Dr Suahasil yang selama ini menjadi wakilnya.

Meski tidak tahu arahnya postingan satu-satunya fanbase Purbaya “sudah siap belum?” itu disambut hangat. Hanya dalam beberapa jam sudah dibaca oleh 4 juta orang. Yang berkomentar pun hampir 20.000 orang. Itu mencerminkan daya tarik Purbaya.

Di mata publik Purbaya tetaplah orang yang jujur, bisa dipercaya, bersih, tidak korupsi dan tidak hedon. Pun istri dan keluarganya. Maka tidak ada aib apa-apa yang harus dipikul Purbaya meski pun ia diberhentikan mendadak.

Apalagi kalau penyebab pencopotan itu ternyata bukan pertumbuhan ekonomi dan bukan pula Danantara: melainkan karena kalah adu kuat dengan dua dirjennya: dirjen pajak dan dirjen bea cukai. Kalau itu yang terjadi lepas siapa yang salah-benar, Purbaya kian dapat nama. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Taruna Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 08:00
Disway

ArtSubs Rambat

Rabu, 23 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Palung Langit

Selasa, 22 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Doa Mahjong

Minggu, 20 September 2026 - 08:00
Anggota Istimewa
Disway

Anggota Istimewa

Sabtu, 19 September 2026 - 08:00
disway
Disway

William Paputungan

Kamis, 17 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games
Olahraga

28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games

Editor Ali Rachman
Jumat, 25 September 2026 - 10:09

INDOPOSCO.ID – Dua partai, dua kekalahan. Indonesia berada di ujung tekanan ketika China lebih dulu mengantongi keunggulan 2-0. Namun, justru...

SelengkapnyaDetails
java

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Kamis, 24 September 2026 - 11:21
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.