INDOPOSCO.ID – Sedekah kini tidak hanya dilakukan melalui pemberian secara langsung. PT Tegas Sabab Merial bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan skema yang memungkinkan masyarakat turut berbagi melalui pembelian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Bisto.
Kolaborasi tersebut resmi diluncurkan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026), dengan mengusung skema Cause-Related Marketing. Melalui skema ini, setiap dus Bisto yang terjual akan menyisihkan Rp250 sebagai sedekah kemanusiaan untuk mendukung operasional BAZNAS RI.
Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta menyebut model bisnis yang dijalankan PT Tegas Sabab Merial menarik karena menggabungkan aktivitas ekonomi dengan pemanfaatan dana wakaf.
“Ini menjadi model yang juga kita tunggu di Indonesia bahkan dunia, bahwa dana filantropi baik zakat, infak, sedekah, maupun wakaf itu nantinya bisa menggerakkan roda ekonomi umat,” ujar Arifin mengawali sambutannya.
Konsep berbagi itu tidak berhenti pada pembagian sebagian keuntungan dari penjualan. Bisto juga memberikan ruang bagi konsumen untuk menyalurkan infak secara langsung melalui kode QRIS BAZNAS RI yang dicantumkan pada label kemasan botol.
Dengan demikian, aktivitas sederhana seperti membeli dan mengonsumsi air minum diarahkan menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan dapat memperluas penghimpunan dana filantropi dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
“Jadi kalau orang sekarang dengan minum Bisto bisa sambil sedekah, bisa sambil berbagi, maka itu adalah bagian dari pekerjaan kami dan kami terima kasih kepada Bisto yang membantu mensyiarkan ajaran Islam yang dahsyat ini kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Tegas Sabab Merial, Didik Sutrisno, mengungkapkan bahwa Bisto tidak sekadar diposisikan sebagai produk air minum. Perusahaannya membawa target lebih besar, yakni menjadikan Bisto sebagai produk yang merepresentasikan umat Islam sekaligus mampu menembus pasar nasional.
Nama Bisto sendiri merupakan kependekan dari Bismillah Thoyyib. Selain identitas tersebut, proses produksinya juga diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Konsep itu diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar perusahaan dalam membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
“Perusahaan kami bernama PT Tegas Sabab Merial yang bermakna tegakkan ekonomi syariah sebab mengharap ridho Allah, serta menghadirkan Bisto sebagai singkatan dari Bismillah Thoyyib,” tutup Didik. (her)















