INDOPOSCO.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mendorong Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkuat peran strategisnya sebagai instrumen negara. Penguatan organisasi dinilai penting untuk menghadapi tantangan nasional dan global yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan BPKP di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, manajemen, serta soliditas organisasi agar BPKP mampu menjalankan tugas secara optimal.
“BPKP adalah instrumen negara yang harus kita perkuat. Pengawakan dan manajemennya harus kuat,” ujar Sjafrie.
Menurutnya, posisi BPKP sangat strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Peran pengawasan tidak semata-mata berkaitan dengan pemeriksaan administrasi, tetapi juga memastikan program pemerintah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sjafrie juga mengingatkan jajaran BPKP agar tidak hanya bekerja secara normatif dalam menghadapi dinamika global. Aparatur negara dituntut memiliki pola pikir terbuka dan eksploratif untuk membaca berbagai kemungkinan serta merumuskan solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Kalau normatif, kita bisa membaca. Tetapi kalau eksploratif, kita harus mampu melihat apa yang mungkin terjadi di depan,” katanya.
Ia meminta jajaran BPKP memiliki keyakinan dan keberanian dalam mengambil keputusan, dengan tetap berpegang pada koridor hukum, aturan, dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
“Bapak dan ibu tidak perlu khawatir menghadapi tekanan. Yang penting tugas dijalankan sesuai koridor,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sjafrie menekankan pentingnya penerapan prinsip organisasi dan garis komando. Setiap pegawai harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta bekerja sesuai aturan, etika, dan standar operasional yang berlaku.
Ia juga mengingatkan tiga nilai yang perlu terus dijaga dalam menjalankan tugas, yakni nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme.
“Nasionalisme dan patriotisme harus menjadi modal. Keduanya kemudian harus diisi dengan profesionalisme,” imbuhnya.
Menghadapi tantangan ke depan yang semakin besar, Sjafrie meminta BPKP tidak ragu menjalankan tugas negara. Menurutnya, keraguan dapat menghambat pengambilan keputusan, terutama ketika organisasi menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
“BPKP harus bangga. Tantangannya memang berat, tetapi kita harus tetap solid. Jangan mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat mengganggu organisasi,” pungkasnya.(rmn)















