INDOPOSCO.ID – Potensi produk lokal Malang Raya terus didorong untuk menembus pasar internasional. Melalui kegiatan asistensi ekspor, Bea Cukai Malang memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kesiapan ekspor sekaligus membuka peluang pengembangan pasar global.
Asistensi dilakukan Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Malang kepada CV Bunga Melati di Kota Batu pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut diwakili Agnita Adityawardani sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Industrial Assistance. Tim diterima langsung oleh pemilik CV Bunga Melati, Dwi Lili Indayani.
CV Bunga Melati merupakan pelaku usaha tanaman hias yang mengembangkan bisnisnya berdasarkan potensi pertanian lokal. Perusahaan telah melakukan riset dan pengembangan dari sisi hulu hingga hilir serta memiliki pengalaman memasuki pasar internasional, salah satunya Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, Dwi Lili menyampaikan bahwa kondisi perekonomian yang dinamis serta keterbatasan keleluasaan produsen akibat posisi buyer masih menjadi tantangan dalam mengembangkan pasar. Menanggapi hal itu, Tim Klinik Ekspor memberikan masukan mengenai strategi pengembangan pasar dan peningkatan kesiapan perusahaan dalam menjalankan kegiatan ekspor.
Bea Cukai Malang juga mendorong CV Bunga Melati mengikuti berbagai program pengembangan ekspor, seperti UMKM Kemenkeu dan Ngopi Ekspor. Program tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas jejaring, memperoleh informasi mengenai ekspor, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra dan pasar baru.
Pendampingan ekspor juga dilakukan kepada PT Arjuna 999, salah satu UMKM binaan Bea Cukai Malang, pada Jumat (28/08) di Kota Batu. Kegiatan dipimpin Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, bersama jajarannya.
Tim Bea Cukai Malang berdiskusi langsung dengan pemilik PT Arjuna 999, Hari Mastutik, untuk menggali potensi dan kebutuhan perusahaan dalam mempersiapkan produk menuju pasar ekspor. Berdiri sejak 2011, PT Arjuna 999 bergerak di bidang pengolahan keripik buah dan sayur dengan memanfaatkan teknologi modern dalam proses produksinya.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi, pendampingan, serta solusi agar pelaku usaha semakin siap memahami dan memenuhi ketentuan dalam kegiatan ekspor,” ujar Pitoyo.
Menurutnya, produk keripik buah dan sayur PT Arjuna 999 memiliki potensi untuk dikembangkan ke pasar internasional. Karena itu, pendampingan dilakukan untuk membantu perusahaan memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki pasar global.
Bea Cukai Malang berharap pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu UMKM di Malang Raya mengoptimalkan potensi usahanya, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Kehadiran produk tanaman hias dan olahan pangan dari Kota Batu di pasar internasional menjadi salah satu contoh bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing secara global. (ipo)















