INDOPOSCO.ID– Polda Banten melalui Ditpolairud memeriksa sejumlah barang yang ditemukan Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian KM Arupadhatu 1. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Carita, Minggu (13/9/2026), dengan meminta keterangan dari pemilik kapal dan dua nakhoda pengganti KM Arupadhatu 1.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, dua barang temuan terbaru, yakni terpal plastik berwarna biru gelap-silver dan botol galon plastik bertuliskan AQUA, dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1.
“Terpal yang ditemukan memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter serta mengeluarkan bau amis ikan. Sementara KM Arupadhatu 1 memiliki panjang 7,52 meter, lebar 2,01 meter dan kedalaman 0,90 meter. Untuk bagian atap penumpang berukuran sekitar dua meter, kapal menggunakan bahan plastik ORCHID berwarna biru, bukan terpal plastik polyester atau PVC,” ujar Maruli, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, KM Arupadhatu 1 dan KM Arupadhatu 2 memang memiliki terpal plastik untuk menutup dua mesin tempel. Terpal berukuran sekitar 2×2 meter itu berwarna biru-oranye bolak-balik dan bertuliskan “4M A12 ROYAL CROWN TECH BY KOREA + UV”.
Namun, terpal tersebut tidak dibawa KM Arupadhatu 1 saat berlayar pada Senin (7/9/2026) dan disimpan di KM Arupadhatu 2.
Sementara untuk botol galon AQUA, berdasarkan keterangan yang diperoleh, air minum yang biasa tersedia di kapal saat menginap di laut menggunakan air mineral kapasitas 15 liter merek Le Minerale.
“Apakah pada pelayaran 7 September 2026 kapal membawa botol galon sebagai tempat penyimpanan air minum, belum dapat dipastikan,” jelasnya.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang-barang yang sebelumnya ditemukan Tim SAR, termasuk pelampung dan jeriken.
Perlengkapan keselamatan KM Arupadhatu 1 terdiri dari 10 hingga 12 life jacket, tiga busa jok, satu ring buoy bantuan Pemerintah Provinsi, serta perlengkapan lainnya.
Untuk jeriken, kapal memiliki dua buah berkapasitas masing-masing 30 liter. Sementara terpal pada bagian kanopi buritan berbahan dasar terpal kain.
Maruli mengatakan, KM Arupadhatu 1 pernah digunakan untuk perjalanan menuju perairan Ujung Kulon dan Gunung Anak Krakatau. Dalam salah satu perjalanan, kapal membawa tujuh orang yang terdiri dari penumpang, ABK, dan nakhoda.
Kapal menggunakan sekitar 140 liter BBM di dalam tangki serta membawa satu jeriken cadangan berkapasitas 30 liter.
“Seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses verifikasi. Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan setiap barang yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu 1 sebelum dilakukan pemeriksaan dan pencocokan secara menyeluruh,” tegas Maruli.
Polda Banten bersama unsur SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dan pemeriksaan secara maksimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan terkait pencarian KM Arupadhatu 1 maupun hasil pemeriksaan barang temuan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutupnya. (yas)















