• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Nakes Bisa Pegang Lebih Banyak Pasien

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 14 September 2026 - 14:35
in Nasional
Ilustrasi layanan kesehatan. Foto: Dok INDOPOSCO

Ilustrasi layanan kesehatan. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Gantikan Purbaya, Suahasil Hadapi “Bulan Madu” Pasar yang Singkat

Bea Cukai Dampingi UMKM Tanaman Hias dan Keripik di Malang Raya Tembus Pasar Ekspor

PLN EPI Bangun Jaringan LNG Nusa Tenggara, 477 MW Pembangkit Disiapkan Tinggalkan BBM

INDOPOSCO.ID– Kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan (Yankes) di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat alur kerja, membantu diagnosis, hingga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (Nakes) dalam melayani pasien.

Temuan tersebut terungkap dalam Future Health Index (FHI) 2026. Laporan itu menunjukkan pemanfaatan AI di sektor kesehatan Indonesia berkembang pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Teknologi AI tak lagi sekadar dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi mulai membantu tenaga kesehatan memiliki lebih banyak waktu, memperkuat pengambilan keputusan, serta melayani lebih banyak pasien.

Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan manfaat nyata AI dalam mendukung pekerjaan tenaga kesehatan.

Namun, Astri menegaskan penerapan AI harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. AI perlu terhubung dengan alur kerja klinis dan didukung data kesehatan yang tepercaya serta peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan.

“AI perlu terintegrasi dengan alur kerja klinis dan data kesehatan yang tepercaya, didukung oleh peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, serta tetap menempatkan penilaian dan akuntabilitas manusia sebagai inti dari setiap pelayanan kesehatan,” ujar Astri dalam keterangan, Senin (14/9/2026).

Ia menambahkan, di layanan kesehatan Indonesia, AI dinilai meningkatkan efisiensi alur kerja. Selain itu, 87 persen tenaga kesehatan mengaku lebih cepat mengakses hasil diagnosis dan 82 persen merasakan percepatan dalam pengambilan keputusan terkait diagnosis.

“AI juga dinilai mampu memperluas kapasitas pelayanan. Sebanyak 69 persen tenaga kesehatan menyatakan teknologi tersebut memungkinkan mereka menangani lebih banyak pasien, dengan peningkatan median empat pasien tambahan per minggu,” katanya.

Dampaknya turut dirasakan pada pengelolaan waktu dan beban kerja. Sebanyak 59 persen tenaga kesehatan melaporkan penghematan waktu sedikitnya 88 jam per tahun.

Sementara itu, 67 persen menyebut AI memperbaiki keseimbangan kehidupan dan pekerjaan serta mengurangi stres.

“Pembahasan AI kini tidak lagi sebatas apakah teknologi tersebut mampu meningkatkan layanan, tetapi bagaimana manfaatnya dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Namun, adopsi AI masih menghadapi sejumlah tantangan. Sebanyak 55 persen tenaga kesehatan mengaku pelatihan AI masih sulit diperoleh, terbatas, atau belum merata. Bahkan, 58 persen menggunakan alat AI pribadi ketika fasilitas yang disediakan institusi belum memenuhi kebutuhan.

Dari sisi pengawasan, 62 persen tenaga kesehatan menyebut belum tersedia proses yang jelas untuk memantau penggunaan AI.

“Karena itu, integrasi dengan alur kerja klinis, data kesehatan yang tepercaya, serta tata kelola dan validasi menjadi kebutuhan penting,” katanya.

Ia menambahkan, meski AI semakin berperan sebagai “rekan kerja”, kendali manusia tetap menjadi prinsip utama. Sebanyak 94 persen tenaga kesehatan menilai keterlibatan manusia tetap penting, sedangkan 91 persen pasien ingin diberi tahu jika AI digunakan dalam perawatan mereka. (nas)

Tags: AIFuture Health Index 2026Kesehatan Indonesiatenaga kesehatan

Berita Terkait.

purbaya
Nasional

Gantikan Purbaya, Suahasil Hadapi “Bulan Madu” Pasar yang Singkat

Selasa, 15 September 2026 - 19:19
bc3
Nasional

Bea Cukai Dampingi UMKM Tanaman Hias dan Keripik di Malang Raya Tembus Pasar Ekspor

Selasa, 15 September 2026 - 18:08
epi
Nasional

PLN EPI Bangun Jaringan LNG Nusa Tenggara, 477 MW Pembangkit Disiapkan Tinggalkan BBM

Selasa, 15 September 2026 - 17:17
bc4
Nasional

Bea Cukai Gagalkan Pengeluaran 29 Kilogram Emas Senilai Rp73 Miliar di Empat Bandara Internasional

Selasa, 15 September 2026 - 17:07
ut
Nasional

Sekolah Vokasi UT Targetkan 10 Prodi Baru, Fokus Kebutuhan Industri

Selasa, 15 September 2026 - 15:16
PLN Icon Plus Tanam 120 Mangrove di Sungai Siak, Dukung Ekosistem Laut
Nasional

Teken SKB 3 Menteri, Pemerintah Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

OLAHRAGA

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN
Olahraga

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 15 September 2026 - 09:45

INDOPOSCO.ID – Enam karateka terbaik Indonesia resmi dilepas untuk memburu prestasi di Asian Games 2026 Nagoya. PB Federasi Olahraga Karate-Do...

SelengkapnyaDetails
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1631 shares
    Share 652 Tweet 408
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1109 shares
    Share 444 Tweet 277
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.