INDOPOSCO.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) menempatkan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan. Salah satunya diwujudkan melalui program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang diberikan secara gratis kepada 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini tak hanya menyasar Insan Abipraya. Mahasiswa dan mahasiswi serta mitra Brantas Abipraya turut mendapat kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di bidang MSDM. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan memperluas dampak pengembangan SDM di luar lingkungan internal.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi upaya memperoleh pengakuan formal, tetapi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas Human Capital.
“Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar,” ujar Purnomo dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
“Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” sambungnya.
Menurut Purnomo, perubahan di industri konstruksi berlangsung semakin cepat. Digitalisasi, perkembangan teknologi, regulasi ketenagakerjaan, hingga tuntutan tata kelola perusahaan membuat kompetensi SDM menjadi semakin strategis.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” terangnya.
Melalui sertifikasi ini, peserta mendapatkan pembekalan kompetensi yang berkaitan langsung dengan pengelolaan SDM, mulai dari penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, hingga pembelajaran dan pengembangan SDM.
Penguatan kompetensi tersebut juga mencerminkan perubahan posisi Human Capital di dunia usaha. Fungsinya kini tak lagi berhenti pada urusan administratif, tetapi berkembang menjadi strategic partner yang memastikan kesiapan talenta, organisasi, sistem, dan kompetensi dalam menopang strategi perusahaan.
“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Purnomo. (her)















