INDOPOSCO.ID – Tim SAR Gabungan membagi empat wilayah pencarian rombongan jurnalis menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7. Mereka dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda sejak Senin (6/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian di Perairan Selat Sunda.
“Sektor A melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang. Area pencarian berada di wilayah perairan sebelah barat Selat Sunda,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Sementara itu, KRI Leuser dan KAL Anyer dikerahkan di sektor B untuk menyisir area perairan barat Selat Sunda di luar koordinat sektor A.
Sedangkan sektor C melibatkan KN SAR Basudewa dan RIB Lampung. Area pencarian mencakup perairan sekitar bagian barat hingga barat daya Selat Sunda.
“Sektor D melibatkan KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang, dengan area pencarian di bagian barat daya Selat Sunda,” ujar Al Amrad.
Selain itu, sektor khusus berada di sekitar wilayah pencarian yang menjadi perhatian utama dan melibatkan RIB 02 Banten serta KN SAR Tetuka 247.
Pembagian sektor tersebut dilakukan untuk memastikan penyisiran dapat berlangsung secara sistematis, terkoordinasi, dan mencakup area yang lebih luas berdasarkan hasil evaluasi pencarian sebelumnya.
Delapan orang yang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, ABK; Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Upaya pencarian mereka telah memasuki hari keempat. (dan)















