“Belum tahu. Belum bisa disimpulkan sebab akibat seperti itu,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Kemenkes belum membeberkan kondisi terkini siswi tersebut. Kendati demikian, penanganan medis dari dokter spesialis anak telah dilakukan.
“Saat ini, sedang ditangani di RS Adam Malik Medan oleh dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri,” ujar Aji Muhawarman.
Kasus keracunan massal akibat program MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terjadi pada 13 Agustus 2026. Sekitar 361 hingga 389 orang dari berbagai sekolah seperti SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, dan sekolah lainnya menjadi korban keracunan.
Salah satu siswi korban bernama Febiona Purba mengalami dampak kesehatan lanjutan berupa gangguan ingatan dan kejang yang kembali disorot pada awal September 2026. Kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik, namun ia mengalami trauma psikologis yang mendalam terhadap menu makanan tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pihak berwenang setempat tengah melakukan investigasi ihwal kasus keracunan tersebut. Berdasarkan penelusuran awal, ditemukan dugaan kelalaian dalam penyimpanan bahan baku ikan.
Sebagian ikan yang menjadi menu MBG tersebut dilaporkan tidak dimasukkan ke dalam freezer dan dibiarkan berada di suhu ruangan selama lebih dari 12 jam, sehingga memicu kontaminasi bakteri atau racun makanan. (dan)























