INDOPOSCO.ID – Kehadiran Bea Cukai di tengah pelaku usaha tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan agar kegiatan perdagangan dan industri dapat berjalan sesuai ketentuan. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan dan asistensi kepada pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari industri oleokimia, hulu minyak dan gas bumi, hingga logistik internasional.
Di Sumatra Utara, Bea Cukai Belawan melaksanakan Customs Visit Customers (CVC) ke PT Unilever Oleochemical Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, pada Kamis (06/08). Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menghimpun aspirasi, bertukar informasi, serta memahami proses bisnis dan kendala yang dihadapi perusahaan dalam kegiatan kepabeanan.
Bea Cukai Belawan juga bekerja sama dengan Balai Laboratorium Bea Cukai Medan untuk menyelaraskan informasi dan proses bisnis pelayanan serta pengawasan terhadap produk CPO dan turunannya.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, mengatakan komunikasi langsung dengan pelaku usaha penting untuk menghadirkan pelayanan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.
“CVC menjadi sarana bagi kami untuk mendengar secara langsung aspirasi dan masukan dari pelaku usaha. Kami ingin memastikan bahwa proses pelayanan dan pengawasan kepabeanan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Kolaborasi dan komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam menciptakan proses bisnis yang lebih baik serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Apresiasi disampaikan Export & Import Manager PT Unilever Oleochemical Indonesia, Christian Fredrik Purba. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari Bea Cukai Belawan selama ini dalam kelancaran proses customs clearance.
Di tengah dinamika bisnis dan tantangan perdagangan global, sinergi ini menjadi kunci utama. Dalam kerangka AEO, hubungan Bea Cukai dan pelaku usaha adalah bentuk partnership yang sejajar, saling mendukung, berkolaborasi, dan membangun trust untuk mendukung pertumbuhan industri,” katanya.
Sementara itu, Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur menerima courtesy visit PT Saka Energi Sepinggan pada Kamis (13/08). Kegiatan yang dibuka Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Max Franky Karel Rori, tersebut memberikan asistensi mengenai fasilitas pembebasan bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) untuk kegiatan usaha hulu migas. Pemahaman ini diharapkan membantu perusahaan memenuhi kebutuhan peralatan, barang modal, dan kebutuhan operasional secara tepat, transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan.
Di Surabaya, Bea Cukai Tanjung Perak menghadiri pembukaan kontainer perdana sekaligus peresmian operasional gudang logistik internasional PT Karana Panorama Logistik pada Jumat (14/08). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari layanan dan pengawasan kepabeanan terhadap barang impor asal Malaysia. Setelah pembukaan kontainer, barang dapat menjalani pemeriksaan pabean secara selektif untuk memastikan hak penerimaan negara tetap terpenuhi.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendampingan kepada pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian proses kepabeanan, memperlancar arus barang, dan mendukung keberlangsungan kegiatan industri.
Dengan pemahaman ketentuan yang lebih baik serta komunikasi yang terbuka, pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan perdagangan secara lebih tertib dan efisien, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. (ipo)























