• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemenbud Perkuat Dokumen Cagar Budaya Nasional, TACBN Perketat Uji Nilai Sejarah

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 4 September 2026 - 07:07
in Nasional
zon

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat jumpa wartawan. Foto: Dok Kemenbud

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat dokumen Cagar Budaya Peringkat Nasional (CBpN) dengan menerapkan standardisasi keilmuan yang ketat dalam menilai nilai penting sejarah setiap objek yang diusulkan. Langkah tersebut dilakukan Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) untuk memastikan setiap rekomendasi memiliki dasar ilmiah sekaligus memberikan kepastian hukum tertinggi bagi pelestarian warisan budaya bangsa.

Ketua TACBN Surya Helmi mengatakan, penetapan peringkat nasional tidak semata-mata didasarkan pada keberadaan fisik suatu benda atau objek. Setiap objek harus melalui proses pembuktian otentisitas serta penelusuran signifikansi historis secara mendalam.

BacaJuga:

Keputusan Dewan Etik PERKI, Penasihat Kapolri: Substansi Tak Sesuai dengan Kenyataan

PIKI Awards 2026 Gaungkan Keteladanan, Maruarar Pasang Target Besar 5 Tahun ke Depan

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, 11 Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran

“Proses penapisan ilmiah menjadi pembeda penting dalam lonjakan rekomendasi objek budaya pada periode Mei hingga Agustus 2026,” ujar Surya dalam keterangan, Kamis (3/9/2026).

Hingga Agustus 2026, menurutnya, rekomendasi CBpN berasal dari tiga klaster utama. Rinciannya, 397 objek usulan pemerintah daerah, 75 objek koleksi Museum Nasional Indonesia (MNI), serta 700 objek benda budaya hasil repatriasi dari luar negeri.

Ia menyebut, beragam objek dengan nilai historis tinggi masuk dalam daftar tersebut. Di antaranya Keris Pusaka I Raksasa Bedak, Arca Maitreya Duduk, Wayang Cina-Jawa, hingga ratusan benda rampasan yang berkaitan dengan Peristiwa Puputan Badung 1906.

Surya menjelaskan, untuk benda hasil repatriasi dan koleksi museum yang secara fisik telah berada dalam pengelolaan pemerintah pusat, TACBN tidak lagi terpaku pada pendekatan administratif. Penilaian diarahkan langsung pada pembuktian nilai intrinsik dan signifikansi sejarah dari masing-masing objek.

“Jadi kita (TACBN) langsung menilai apakah bisa masuk ke peringkat nasional atau tidak,” kata Surya.

Proses penilaian tersebut, menurutnya, melibatkan 23 anggota TACBN dari berbagai latar belakang keilmuan. Para arkeolog, sejarawan, antropolog, arsitek, hingga ahli filologi bekerja bersama melakukan verifikasi dan menyusun naskah kajian secara komprehensif.

“Khusus benda hasil repatriasi, kajian dilakukan secara mendalam dengan menelusuri kronik sejarah, material objek, bukti kepemilikan asal atau provenance, serta konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi keberadaan benda tersebut dalam perjalanan peradaban Nusantara,” terangnya.

Dikatakan dia, penguatan dokumen ilmiah ini dinilai tidak hanya penting untuk memenuhi aspek hukum dalam penetapan cagar budaya. Dokumen yang dihasilkan TACBN juga dapat menjadi basis data literasi kebudayaan nasional yang memuat narasi sejarah secara utuh dan teruji.

Ia menyebut, keberadaan dokumentasi tersebut diharapkan memudahkan pemerintah melakukan reintroduksi dan rebranding warisan budaya kepada generasi muda. Dengan begitu, pengenalan sejarah tidak hanya bertumpu pada cerita, tetapi memiliki landasan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Surya menambahkan, dokumen substansi yang kuat juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan ekonomi budaya. Ketika nilai sejarah suatu cagar budaya dikemas melalui narasi ilmiah yang menarik, objek tersebut dapat berkembang menjadi sarana edukasi publik sekaligus daya tarik wisata sejarah.

“Kalau nilai sejarahnya dipublikasikan dengan narasi ilmiah yang memikat, objek itu bisa menjadi materi edukasi publik sekaligus daya tarik pariwisata sejarah,” ujarnya.

Menurut dia, perpaduan antara akuntabilitas data hasil kajian TACBN dan perlindungan hukum negara menjadi modal penting untuk memastikan aset-aset peradaban Indonesia tetap terjaga. Pada saat yang sama, warisan budaya tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kemajuan kebudayaan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (nas)

Tags: cagar budayakemenbudTACBN

Berita Terkait.

Keputusan Dewan Etik PERKI, Penasihat Kapolri: Substansi Tak Sesuai dengan Kenyataan
Nasional

Keputusan Dewan Etik PERKI, Penasihat Kapolri: Substansi Tak Sesuai dengan Kenyataan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:51
PIKI Awards 2026 Gaungkan Keteladanan, Maruarar Pasang Target Besar 5 Tahun ke Depan
Nasional

PIKI Awards 2026 Gaungkan Keteladanan, Maruarar Pasang Target Besar 5 Tahun ke Depan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:01
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga
Nasional

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, 11 Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:03
Habiburokhman
Nasional

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01
Tilang
Nasional

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47
Cek-Kesehatan
Nasional

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27

OLAHRAGA

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga
Olahraga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34

INDOPOSCO.ID - Suksesnya penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye Live in Jakarta menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah...

SelengkapnyaDetails
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3646 shares
    Share 1458 Tweet 912
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.