INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan transformasi pendidikan terus digeber pada 2027. Hal itu menyusul sejumlah indikator pendidikan yang menunjukkan tren positif, mulai dari meningkatnya transisi PAUD ke SD, angka partisipasi sekolah hingga menguatnya serapan kerja lulusan pendidikan vokasi.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan untuk melanjutkan sekaligus memperkuat program pendidikan pada tahun mendatang.
“Capaian transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke SD pada 2025 meningkat menjadi 66,15 persen. Angka tersebut naik dibandingkan 2024 yang berada di level 63,81 persen,” ungkap Mu’ti dalam keterangan, Selasa (1/9/2026).
Tak hanya itu, lanjut Mu’ti, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya 92,37 persen pada 2024, meningkat menjadi 93,13 persen pada 2025. Indeks Kualitas Lingkungan Belajar PAUD pun ikut terkerek menjadi 65,15.
“Di sektor pembelajaran, capaian standar literasi tercatat mencapai 67,94 persen,” katanya.
Sementara, masih ujar Mu’ti, capaian standar numerasi berada di angka 62,53 persen. Adapun indeks karakter, iklim keamanan, inklusivitas dan kebinekaan kategori baik tercatat sebesar 42,66 persen.
“Untuk sektor pendidikan vokasi. Serapan kerja lulusan yang bekerja kurang dari satu tahun meningkat menjadi 74,60 persen. Sebelumnya, angka tersebut berada di level 71,83 persen,” bebernya.
Sementara dari sisi tata kelola pemerintahan, dikatakan dia, Indeks Reformasi Birokrasi Kemendikdasmen ikut menunjukkan perbaikan. Indeks tersebut meningkat dari 89,10 menjadi 92,34.
Diketahui, untuk melanjutkan tren positif tersebut, Kemendikdasmen mendapatkan Pagu Anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61,10 triliun. Anggaran tersebut meningkat Rp2,86 triliun dibandingkan Pagu Indikatif TA 2027 yang sebelumnya sebesar Rp58,24 triliun.
Dari total pagu tersebut, sebesar Rp55,5 triliun diarahkan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Anggaran itu akan difokuskan pada program yang bersentuhan langsung dengan peserta didik, guru, dan satuan pendidikan.
Beberapa program prioritas tersebut antara lain revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp9,28 triliun, inisiatif awal menuju pelaksanaan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya sebesar Rp5 triliun, bantuan perlengkapan sekolah Rp250 miliar, Sekolah Nasional Terintegrasi Rp7,21 triliun, serta Digitalisasi Pembelajaran Rp5,83 triliun.
Dukungan bagi guru dan peserta didik juga mendapat porsi besar. Kemendikdasmen mengalokasikan Rp14,09 triliun untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN dan Rp13,79 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, disiapkan Rp40 miliar untuk Studio Guru. (nas)























