INDOPOSCO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengingatkan agar warga negara Indonesia (WNI) tetap waspada terhadap tawaran kerja di ranah konflik, menyusul informasi dari otoritas Ukraina terkait dugaan keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata Rusia.
“Pemerintah Indonesia mengimbau WNI untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di wilayah konflik maupun tawaran yang berpotensi melibatkan mereka dalam kegiatan militer negara asing,” kata Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Sementara itu, mengenai dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam angkatan bersenjata Rusia, Kemlu RI akan mencermati informasi tersebut.
“Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi atas informasi tersebut melalui Perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,” jelas Yvonne.
Jika keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dimaksud terverifikasi, hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.
“Apabila terdapat WNI yang menjadi korban dalam proses tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yvonne.
Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengatakan bahwa Rusia merekrut warga asing secara sistematis untuk bertempur di garis depan, termasuk delapan warga negara Indonesia (WNI).
Laman resmi SZRU menyebutkan bahwa bagi Kremlin, rekrutan asing memiliki beberapa tujuan sekaligus, terutama untuk mengisi kekosongan personel dan mendukung narasi tentang dugaan dukungan global terhadap operasi militer khusus tersebut.
“Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen mengenai setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan pasukan pendudukan RF (tentara bayaran Rusia),” ungkap SZRU dalam laman resminya yang dilihat Senin (31/8/2026). (dan)























