• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gus Kikin Pimpin PBNU, Pengamat: NU Harus Tetap Independen Tak Silau dengan Penguasa

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:05
in Nasional
Ketua Umum (Ketum) PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin. Foto: Dok INDOPOSCO

Ketua Umum (Ketum) PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin diminta tidak terlalu lengket dengan penguasa setelah resmi terpilih memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat Politik Saiful Huda Ems (SHE) melalui gawai, Senin (31/8/2026). Menurut dia, Gus Kikin perlu menjaga independensi NU, agar organisasi tersebut tetap memiliki kewibawaan dan mampu menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

BacaJuga:

Jampidsus Tancap Gas, Sikat Korupsi Rp401 Miliar dan 1.111 Ha Lahan Negara Kembali

Evaluasi SNPMB 2026, Kemendiktisaintek Ingin Seleksi Mahasiswa Makin Berintegritas

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

“Saran saya untuk Gus Kikin, tolong mulai sekarang jangan lagi mengumbar pernyataan tentang kesamaan Gus Kikin dengan Presiden Prabowo Subianto,” kata SHE.

Dia menilai, jika kedekatan dengan pemerintah terlalu ditonjolkan, hal tersebut dikhawatirkan justru dapat menggerus wibawa NU sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang memiliki pengaruh luas.

“NU harus menjaga diri sebagai ormas Islam independen terbesar di dunia, yang seharusnya memiliki pengaruh luas dan memiliki fungsi kontrol yang baik terhadap berbagai kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Menurut, NU dapat mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama warga Nahdliyin. Hal itu dinilai semakin penting ketika fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap pemerintah dianggap belum berjalan maksimal.

“Ketika DPR hanya bisa menjadi lembaga negara yang menerima gaji tiap bulan, namun tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai checks and balances eksekutif, maka sebaiknya NU mengambil peran untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya warga Nahdliyin,” tegasnya.

SHE juga mengingatkan PBNU agar tidak terseret oleh dinamika politik pemerintahan. Dia menilai, organisasi sebesar NU harus mampu menjaga jarak yang proporsional dengan kekuasaan.

Dia bahkan mengaitkan hal tersebut dengan tingkat elektabilitas Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya mengalami penurunan. Karena itu, apabila PBNU terlalu dekat dengan pemerintah, dia khawatir NU ikut terkena dampak persepsi negatif masyarakat terhadap penguasa.

“Saat ini tingkat elektabilitas Prabowo Subianto di mata rakyat sudah anjlok, tinggal 30-an persen lebih. Kalau PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin masih menempel ke Prabowo dan tidak bisa menjaga jarak dengan baik, sebagaimana Ketum PBNU sebelumnya, Gus Yahya, maka NU akan terkena imbasnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan karena persoalan pribadi dengan Gus Kikin. Sebaliknya, dia mengaku justru merasa bangga karena Gus Kikin yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng terpilih sebagai Ketum PBNU.

“Saya pribadi tidak mempunyai kepentingan apa-apa, tidak memiliki persoalan apa-apa dengan Gus Kikin,” katanya.

Sebagai alumnus Tebuireng, SHE mengatakan, memiliki ikatan emosional dengan pesantren yang menjadi salah satu pusat penting sejarah NU tersebut. Dia mengaku ketika masih menjadi santri pada 1985-1991, hampir setiap pagi dan malam berdoa serta mengaji Al-Qur’an di kompleks makam pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, yang merupakan buyut Gus Kikin.

Saiful menyebut terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU merupakan kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Dia berharap kepemimpinan Gus Kikin mampu membawa nama Tebuireng, santri, serta warga Nahdliyin semakin maju.

Namun, dia mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam kepentingan politik kekuasaan. “Gus Kikin sebaiknya fokus untuk menjadikan NU sebagai wadah perjuangan bagi kemajuan perekonomian, pendidikan dan dakwah Islam Jam’iyah Nahdliyin,” ujarnya.

Saiful juga mengingatkan agar PBNU tidak dimanfaatkan sebagai ruang bagi kepentingan bisnis dan politik kelompok tertentu. “Jangan sampai PBNU dijadikan markas para makelar tambang dan makelar politik penguasa,” tegasnya.

Dia berharap Gus Kikin mampu menjaga marwah dan cita-cita para pendiri NU selama menjalankan amanah sebagai Ketum PBNU.

“Jangan pernah tergoda oleh silaunya istana, sebab jika panjenengan sampai tergoda, maka para Muassis (pendiri) NU akan sangat bersedih di alam kuburnya,” ujarnya. (nas)

Tags: Gus KikinNUPBNUPrabowo Subianto

Berita Terkait.

Jampidsus Tancap Gas, Sikat Korupsi Rp401 Miliar dan 1.111 Ha Lahan Negara Kembali
Nasional

Jampidsus Tancap Gas, Sikat Korupsi Rp401 Miliar dan 1.111 Ha Lahan Negara Kembali

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:45
Perkuat Pembangunan SDM Daerah, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemanfaatan IMM
Nasional

Evaluasi SNPMB 2026, Kemendiktisaintek Ingin Seleksi Mahasiswa Makin Berintegritas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:40
Perkuat Pembangunan SDM Daerah, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemanfaatan IMM
Nasional

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:25
Perkuat Pembangunan SDM Daerah, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemanfaatan IMM
Nasional

Perkuat Pembangunan SDM Daerah, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemanfaatan IMM

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:15
gadai
Nasional

Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:19
brin
Nasional

BRIN: Teknologi Nuklir Bongkar Jejak Air Tanah Hingga Mitigasi Risiko Lingkungan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:09

OLAHRAGA

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Olahraga

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Editor Laurens Dami
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia dalam laga perdana Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027...

SelengkapnyaDetails
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47
John-Herdman

Tuntaskan Merdeka Run, John Herdman Tantang Adu Lari Skuad Garuda

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45
Marquez

Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas Usai Marc Marquez Menang di Aragon

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01
GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.