• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BRIN: Teknologi Nuklir Bongkar Jejak Air Tanah Hingga Mitigasi Risiko Lingkungan

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 31 Agustus 2026 - 19:09
in Nasional
brin

Ilustrasi reaktor nuklir. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Teknologi nuklir tak melulu soal energi atau reaktor. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan teknologi ini untuk meneliti jejak perjalanan air di bawah permukaan tanah yang selama ini sulit diamati secara langsung.

Melalui pemanfaatan isotop dan radioisotop sebagai penanda (tracer), BRIN dapat menelusuri asal-usul sumber air, jalur aliran, waktu tempuh, hingga mengetahui daerah imbuhan (recharge area). Teknologi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air nasional.

BacaJuga:

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Kepala Pusat Riset Akselerator, Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), BRIN Muhammad Rifai mengatakan, air ternyata menyimpan jejak perjalanan hidrologinya. Jejak tersebut dapat ditelusuri melalui analisis isotop tertentu.

“Perlu dipahami bahwa teknologi nuklir tidak hanya berkaitan dengan energi. Teknologi ini juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air melalui pemanfaatan isotop dan radioisotop sebagai penanda (tracer) alami maupun buatan,” ujar Rifai dalam keterangan, Senin (31/8/2026).

Menurut Rifai, sejumlah isotop seperti oksigen-18 (¹⁸O), deuterium (²H), dan karbon-14 (¹⁴C) dapat digunakan untuk menelusuri perjalanan air.

Analisis isotop tersebut memungkinkan peneliti mengetahui asal air sekaligus melihat hubungan antara air hujan, mata air, air tanah, dan air permukaan. Data itu kemudian dapat digunakan untuk memahami dinamika sistem hidrologi di suatu wilayah.

“Air menyimpan jejak perjalanan hidrologinya. Dengan memanfaatkan isotop tertentu, para peneliti dapat melacak asal-usul air, jalur alirannya, waktu tempuhnya, hingga mengetahui lokasi daerah imbuhan (recharge area),” jelasnya.

Tak hanya melacak asal-usul air, menurutnya, teknologi nuklir juga bisa “mengintip” usia air tanah. Pemanfaatan karbon-14 (¹⁴C) dengan dukungan fasilitas Accelerator Mass Spectrometry (AMS) memungkinkan peneliti mengetahui berapa lama air tersimpan di dalam akuifer sebelum dimanfaatkan manusia.

Ia menyebut, kajian mengenai umur air tanah tersebut telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Informasi mengenai usia air tanah menjadi penting untuk mengetahui kondisi serta keberlanjutan cadangan air tanah.

“Jadi, bukan sekadar mengetahui dari mana air berasal. Teknologi isotop juga membantu mengetahui berapa lama air berada di dalam sistem akuifer,” terangnya.

Ia menambahkan, pemanfaatannya pun tidak berhenti pada penelusuran sumber dan umur air tanah. Teknologi isotop dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran bendungan, menelusuri konektivitas sungai bawah tanah, serta mengkaji sistem panas bumi dan reservoir.

Dikatakan dia, BRIN juga memanfaatkan gas radon untuk membantu memetakan sumber air. Pendekatan berbasis teknologi isotop bahkan dikembangkan untuk menelusuri pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan.

Berbagai penelitian tersebut, menurutnya, dilakukan BRIN bersama kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra industri. Kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif mengenai kondisi sumber daya air.

Rifai menegaskan, pengelolaan sumber daya air ke depan membutuhkan pendekatan yang semakin terpadu. Karena itu, BRIN merekomendasikan penggabungan berbagai disiplin, mulai dari hidrologi, geologi, geofisika, isotop, hingga teknologi nuklir.

“Ke depan, BRIN merekomendasikan penguatan kajian terpadu yang menggabungkan pendekatan hidrologi, geologi, geofisika, isotop, dan teknologi nuklir untuk mendukung sistem pemantauan nasional sumber daya air, konservasi, serta mitigasi berbagai risiko lingkungan,” ujarnya. (nas)

Tags: BRINORTNTeknologi Nuklir

Berita Terkait.

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23
Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
Nasional

Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04
Tinjau Karhutla Way Kambas, Kepala BNPB Sebut 40 Hektare Lahan Belum Padam
Nasional

Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.