INDOPOSCO.ID – Demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Kamis (22/8/2024) malam. Kericuhan tersebut dipicu oleh kedatangan kelompok massa susulan sejak sore hari.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budi Hermanto mengatakan, massa yang datang mulai kemarin sore tidak berniat menyampaikan aspirasi, melainkan berupaya membuat ricuh.
“Akhirnya beberapa masyarakat tidak melakukan penyampaian aspirasi, tapi kita melihat melakukan pengrusakan, pembakaran gerbang ataupun tanaman yang ada di depan gedung DPR,” kata Budi di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Demonstrasi yang digelar kemarin dimotori oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Namun, mereka sudah membubarkan diri setelah aspirasinya didengarkan dan mendapat komitmen dari DPR terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
“Karena memang dari sore setelah masyarakat AMPB kembali diterima oleh petinggi dari dewan, itu sudah kembali (ke rumah masing-masing),” ujar Budi.
Kericuhan pecah sejak kemarin sore di sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, seperti Pejompongan, Slipi, hingga Palmerah. Massa yang didominasi remaja dan pelajar terlibat bentrok dengan aparat. Polisi kemudian membalas dengan tembakan gas air mata.
“Kita masih berada di lokasi, bahwa masyarakat yang tadi sudah diimbau oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat secara beberapa kali melalui public address untuk sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.(dan)





















