• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Aksi di DPR Jadi Alarm Demokrasi, Akademisi: Jangan Dibalas Represi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:40
in Headline
AMPB

Aksi massa di depan DPR RI. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aksi massa di depan Gedung DPR RI hari ini dinilai bukan sekadar luapan ketidakpuasan, melainkan alarm bagi kehidupan demokrasi. Pemerintah dan DPR diminta tidak alergi terhadap kritik, tetapi menjadikannya momentum untuk mengevaluasi hubungan antara negara dan rakyat.

Dosen Hukum Universitas Nasional (Unas) Ismail Rumudan mengatakan, aksi penyampaian pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan negara hukum. Hak warga menyampaikan aspirasi di muka umum juga dijamin konstitusi melalui Pasal 28 UUD 1945.

BacaJuga:

Hadapi Ketidakpastian Global, Prabowo: Selamatkan Kekayaan Alam

Polri Segera Umumkan Tersangka 98 Kasus Karhutla Korporasi

Polri Selidiki Potensi Sabotase dalam Insiden Kebakaran KMP Batumandi di Merak

“Ketika saluran aspirasi formal melalui DPR belum menjawab kegelisahan publik, maka turun ke jalan menjadi salah satu cara rakyat untuk didengar,” kata Ismail melalui gawai, Kamis (27/8/2026).

Menurut Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), aksi massa tidak semestinya langsung dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, aksi tersebut harus dibaca sebagai cermin sekaligus sinyal adanya persoalan serius dalam hubungan antara penyelenggara negara dengan masyarakat.

Ismail menilai, substansi protes yang muncul saat ini berakar pada krisis kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara. Ketidakpuasan masyarakat bukan semata-mata dipicu kebijakan pemerintah, tetapi juga kesenjangan antara janji pelayanan publik dan kenyataan di lapangan.

Selain itu, lanjut dia, gaya hidup sebagian pejabat yang dianggap tidak mencerminkan semangat pengabdian turut memperlebar jarak dengan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang masih sulit, simbol-simbol kemewahan dinilai dapat melukai rasa keadilan publik.

“Ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan privilege,” tegasnya.

Karena itu, Ismail meminta DPR dan pemerintah merespons aksi tersebut dengan tiga sikap utama, yakni mendengar, menjawab, dan membenahi. Langkah pertama adalah membuka ruang dialog secara langsung dengan perwakilan massa untuk mengetahui persoalan yang menjadi kegelisahan masyarakat.

Kedua, DPR dan pemerintah harus memberikan jawaban yang tegas terhadap aspirasi yang disampaikan rakyat, terutama para peserta aksi. Jangan sampai aksi hanya berakhir sebagai tontonan tanpa ada tindak lanjut yang konkret.

“Ketiga, momentum ini harus dijadikan titik balik evaluasi menyeluruh atas kinerja wakil rakyat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ismail juga mengingatkan peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban. Penyampaian aspirasi, kata dia, harus dilakukan secara damai dan tidak berujung pada perusakan fasilitas umum maupun tindakan yang merugikan masyarakat luas.

Menurutnya, aksi hari ini sejatinya merupakan “alarm demokrasi”. Jika alarm tersebut dijawab dengan keterbukaan dan perbaikan, protes justru dapat menjadi energi untuk memperkuat legitimasi DPR dan pemerintah.

Sebaliknya, masih ujar Ismail, jika aspirasi diabaikan atau direspons dengan pendekatan represif, jarak antara negara dan rakyat berpotensi semakin lebar.

“Negara yang kuat adalah negara yang berani mendengar kritik, dan rakyat yang dewasa adalah rakyat yang mengkritik untuk membangun, bukan untuk merusak,” ujar Ismail.(nas)

Tags: aksi massaAMPBDPR RI

Berita Terkait.

bowo
Headline

Hadapi Ketidakpastian Global, Prabowo: Selamatkan Kekayaan Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:16
hutla
Headline

Polri Segera Umumkan Tersangka 98 Kasus Karhutla Korporasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:25
Ikut Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi Terbakar, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Nelayan
Headline

Polri Selidiki Potensi Sabotase dalam Insiden Kebakaran KMP Batumandi di Merak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:26
Bencana Karhutla Tembus 637 Ribu Hektare, DPR Dorong Status Bencana Nasional
Headline

Bencana Karhutla Tembus 637 Ribu Hektare, DPR Dorong Status Bencana Nasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:50
Harga Minyak Melambung Lampaui APBN, Bahlil Janji BBM Tidak Naik
Headline

Harga Minyak Melambung Lampaui APBN, Bahlil Janji BBM Tidak Naik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:36
lil
Headline

Bahlil soal Polemik Ijazah Gibran: Hormati Proses Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:26

OLAHRAGA

persija
Olahraga

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Editor Laurens Dami
Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memburu kebangkitan saat menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga,...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40
bultang

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2640 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1271 shares
    Share 508 Tweet 318
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.