INDOPOSCO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai menyiapkan pembangunan dan pemulihan sejumlah masjid serta pesantren yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut menjadi bagian dari program pemulihan jangka menengah dan panjang setelah sebelumnya MUI membantu memenuhi kebutuhan darurat para korban bencana.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Bidang Penanggulangan Bencana, KH Mabroer MS, mengatakan MUI telah menerjunkan tim asesmen ke lokasi bencana untuk memetakan kerusakan masjid, musala dan pesantren yang terdampak gempa.
“Apakah akan merenovasi atau membangun ulang masjid yang ada di sana, karena banyak masjid maupun musala dan ada satu pesantren juga yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT,” ungkap Mabroer dalam keterangan, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, keputusan apakah fasilitas tersebut direnovasi atau dibangun kembali akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan. MUI ingin memastikan setiap program yang dijalankan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut, dikatakan dia, menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat. Setelah masa tanggap darurat, pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan menjadi bagian penting untuk mengembalikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
“Program pemulihan diharapkan dapat menyasar fasilitas yang paling membutuhkan, termasuk masjid, musala, dan pesantren yang mengalami kerusakan akibat gempa,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, tim MUI akan menjadi ujung tombak dalam menentukan program pemulihan, agar bantuan yang disalurkan bersama lembaga amil zakat (LAZ) benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
“Insyaallah kerja sama dengan lembaga-lembaga amil zakat ini akan kita lanjutkan juga nanti pada tahap recovery,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, tim asesmen tidak hanya melihat kondisi masyarakat, tetapi juga melakukan survei serta pemetaan terhadap berbagai fasilitas yang terdampak.
“Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi dasar MUI dan lembaga amil zakat untuk menentukan bentuk intervensi yang paling dibutuhkan,” katanya.
Dengan begitu, lanjut dia, program recovery diharapkan tidak sekadar bersifat bantuan sementara, tetapi mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
“Mereka melakukan survei, melakukan pemetaan, dan akan memastikan jenis kegiatan atau program yang akan dilakukan MUI bersama lembaga amil zakat ke depan seperti apa,” jelasnya. (nas)





















